DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 19:10 WIB

Ribuan Sachet Jamu Berbahaya Diamankan dari Produsen di Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Ribuan Sachet Jamu Berbahaya Diamankan dari Produsen di Cilacap BBPOM gerebek jamu berbahaya di Cilacap (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Cilacap - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dan Polda Jateng menggerebek produsen jamu mengandung bahan kimia obat (BKO) di Desa Sidasari, Kecamatan Sampang, Cilacap. Ditemukan ribuan sachet obat kuat dan bahan obat yang belum dioplos.

"Ditemukan jamu mengandung bahan kimia obat dan ditemukan bahan kimia obatnya. Ada dua jenis bahan kimia obat, yang bentuknya serbuk putih diduga mengandung sildenafil (obat untuk menangani disfungsi ereksi)," kata Plt Kepala BBPOM Semarang, Zeta Rina Pujiastuti, di lokasi, Rabu (8/8/2018).

Terdapat berbagai merek jamu kuat mengandung BKO yang ditemukan seperti Africa Black Ant, Urat Kuda, Buaya Jantan, Lagi Lagi dan Galax. Merek Arfica Black Ant sebelumnya pernah diuji dalam laboraturium dan mengandung sildenafil.

BBPOM Gerebek Produsen Jamu Berbahaya di CilacapJamu berbahan kimia obat (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Produk mengandung BKO tersebut kini bebas di wilayah Tegal dan Kebumen. Diduga juga telah dipasarkan hingga luar Jawa. "Pemiliknya menyampaikan untuk pemasaran sudah sampai Jakarta. Tapi kalau kita menduga sudah sampai luar Jawa," ucapnya.

Dalam menjalankan aksinya mengoplos dan mengemas jamu ini, pemilik berinisial SAL ini mengontrak rumah milik ketua RT setempat. Dalam sehari, SAL dapat memproduksi ribuan sachet jamu kuat.

"Dalam sehari sekitar 900 dus, berati ribuan sachet, karena dalam satu dus itu isinya 12 sachet," ucapnya.

BBPOM Gerebek Produsen Jamu Berbahaya di CilacapZeta Rina Pujiastuti (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Petugas juga menyita dua set mesin pengemasan, satu set mesin pres, 1 tong penuh 25 kg serbuk bahan baku obat, 7.550 lembar kemasan sekunder, 110 sachet jamu urat kuda, 130 sachet jamu galax, 883 dus black ant, 21.928 sachet produk jadi yang belum dikemas dan beberapa dokumen pengiriman.

"Untuk omzet diakui sekitar Rp 200 juta. Itu omzet per hari atau per bulan, akan kita didalami lagi," jelas Zeta Rina Pujiastuti.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed