DetikNews
Minggu 05 Agustus 2018, 07:15 WIB

Kaki Arif Boleh Lumpuh, Tapi Tidak Pada Semangat Hidupnya

Akrom Hazami - detikNews
Kaki Arif Boleh Lumpuh, Tapi Tidak Pada Semangat Hidupnya Aris mengais rezeki di kepadatan jalan (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Kudus - Semangatnya yang tak kenal batas mengantarkannya menjadi orang yang gigih. Di balik kekurangan pada fisiknya, pemuda di Kabupaten Kudus ini, kerja keras banting tulang menjadi loper koran.

Dia mengalami kekurangan pada dua kakinya. Dengan kondisi itu, dia menolak menyerah pada keadaan fisiknya. Dia menjadi loper koran di tepi jalan raya padat setiap hari. Berikut ini kisahnya.

Adalah Muhammad Arif, satu di antara kaum disablitas di Kudus yang gigih bekerja. Pemuda asal Desa Krandon RT 5 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus, ini tak pernah lelah menjajakan koran dagangannya.

Ditemui detikcom, di tempatnya berjualan koran Jalan Mangga, Minggu (5/8/2018), Arif terlihat menawarkan koran pagi kepada seorang penumpang yang ada di mobil.

Sinar mentari pagi yang perlahan meninggi, menuntun kursi roda milik Arif mendekati kaca sebuah mobil. Lantas, ibu itu meminta satu koran sembari mengeluarkan uang pecahan Rp 5 ribu, disodorkannya ke Arif. Kemudian, tangan Arif menyerahkan satu koran ke ibu itu. Serta menerima uang dari ibu itu.
Kaki Arif Boleh Lumpuh, Tapi Tidak Pada Semangat HidupnyaArif melayani pembeli (Foto: Akrom Hazami/detikcom)

Arif mengeluarkan uang kembalian untuk diserahkannya pada penumpang mobil. Anak kedua dari delapan bersaudara ini kembali memajukan laju kursi rodanya menawarkan koran lagi.

"Saya sudah berjualan koran sejak 2011 silam sampai sekarang. Saya juga sudah menggunakan kursi roda untuk berjualan koran. Hampir setiap pagi, saya jualan koran di pinggir jalan," ungkap Arif.

Di kepadatan lalu lintas di Jalan Mangga itu Arif berjibaku dengan ribuan kendaraan untuk menawarkan koran, dan aneka majalah. Dia menyambut rezekinya.

Setiap habis subuh, dia sudah berkutat dengan tumpukan surat kabar dan majalah di kawasan Menara Kudus. Dia jual koran di dekat lampu merah Jalan Mangga dari pukul 06.00-11.30 WIB. Jika Jumat, Arif jualan koran tidak sampai siang.

Dengan kendaraan roda dua yang dimodifikasi, Arif melakukan aktivitasnya kesana kemari. Termasuk dari rumah ke tempat mangkalnya berjualan korban. Kendaraan roda dua merupakan hasil pemberian dari satu kelompok sosial setempat. Sedangkan kursi roda ditaruhnya di tempat yang ditentukan di sepeda motornya.

Dari jualan koran, dia bisa mengantongi pendapatan bersih Rp 25 ribu-Rp 30 ribu per hari. Apakah dia pernah ditindak petugas marena jualan di tepi jalan? "Alhamdulilah tidak pernah kena razia. Kalau saya dirazia, mereka yang normal jualan koran di pinggir jalan bisa kena," ucapnya.

Lelaki yang baru menikah dengan sesama difabel ini menuturkan, menjual koran sama saja memberi wawasan dan mengajak warga membaca. Hal itu dianggapnya sebagai tindakan mengajak warga cinta baca.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed