detikNews
Jumat 03 Agustus 2018, 20:06 WIB

7 EWS di Pantai Gunungkidul Rusak Diterjang Gelombang

Usman Hadi - detikNews
7 EWS di Pantai Gunungkidul Rusak Diterjang Gelombang Foto: Dok BPBD Gunubgkidul/detikcom
gunungkidul - Tujuh Early Warning System (EWS) bencana tsunami di sepanjang Pantai Gunungkidul rusak diterjang gelombang tinggi beberapa waktu lalu. Kini, tidak satupun EWS di Gunungkidul yang berfungsi.

"Aset EWS sudah tidak ada yang bisa dipakai semua," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8/2018).

Memang selama ini tujuh EWS terpasang di tujuh pantai berbeda di sepanjang Pantai Gunungkidul. Namun akibat gelombang tinggi beberapa waktu lalu, tiga EWS hilang sementara empat EWS lainnya rusak berat.

"EWS yang hilang (diterjang gelombang) ada di Pantai Siung, Drini, dan Wediombo. Untuk (EWS) yang rusak berat ada di Pantai Kukup, Ngrenehan, Sepanjang dan Sundak," ungkapnya.

Terkait dengan rusaknya seluruh EWS di Gunungkidul, BPBD telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pihaknya juga telah mengajukan pengadaan EWS baru ke BNPB dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar.

Selanjutnya, BPBD Gunungkidul juga meminta tambahan tiga EWS ke BNPB. Adapun alasannya karena jumlah wisatawan di Gunungkidul semakin ramai, sehingga diperlukan sistem peringatan dini atas bencana tsunami.

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono menambahkan, keberadaan EWS di Pantai Gunungkidul tergolong vital. Sebab, selama ini tower EWS juga berfungsi memberikan pengumuman kepada pengunjung apabila terjadi gelombang tinggi.

"Ya harapan kami (Satlinmas Rescue) semoga pihak terkait segera memperbaiki, karena keberadaan EWS penting sekali," harap Marjono.

Sebelumnya, ratusan fasilitas di sepanjang Pantai Gunungkidul hilang dan rusak diterjang gelombang tinggi sejak tanggal 24 Juli kemarin. Tak hanya fasilitas, sedikitnya 451 kepala keluarga (KK) atau sekitar 950 jiwa terdampak bencana tersebut.

"Sekarang ini untuk aktifitas wisata sudah kembali berjalan, meskipun dari jumlah pengunjung mengalami penurunan," pungkas Basuki.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com