Polisi Tolak Laporan Keluarga Korban Bentrok Suporter di Bantul

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 03 Agu 2018 15:40 WIB
Irwan ketika mendatangi Mapolres Bantul Description (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Bantul - Keluarga Muhammad Iqbal, penonton yang tewas usai laga PSIM melawan PSS mendatangi Mapolres Bantul. Pihak keluarga melaporkan panitia pelaksana (panpel) dari PSIM yang dianggap lalai. Namu laporannya ditolak polisi. Kenapa?

"Kami atas nama keluarga korban menuntut pertanggungjawaban ketua panitia pelaksana dalam pertandingan tersebut," kata paman almarhum Iqbal, Irwan, kepada wartawan di Mapolres Bantul, Jumat (3/8/2018).

"Kami menganggap panpel yang melaksanakan pertandingan PSIM dengan PSS lalai, mengakibatkan orang meninggal dunia. Ketentuannya (kelalaian) diatur dalam pasal 359 KUHP," lanjutnya.


Berbekal keyakinan tersebut, keluarga Iqbal berinisiatif melaporkan panpel PSIM. Irwan selaku perwakilan keluarga mendatangi Mapolres Bantul, namun laporannya ditolak.

Kaur Bin Ops Reskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo, mengatakan pihaknya tidak bisa menerima laporan dari keluarga Iqbal. Alasannya karena panpel PSIM telah mengantongi izin resmi pertandingan.

"Semua izin (laga PSIM Yogyakarta vs PSS Sleman) kan terpenuhi. Penyelenggara kan izin resmi dari Polda (DIY) ke Polres (Bantul). Kalau enggak ada izinya la itu bisa (laporannya ditindaklanjuti)," ujarnya.


Sebelumnya, Iqbal tewas dikeroyok oknum suporter usai laga PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Kamis (26/7). Iqbal tewas di RS Permata Husada Pleret tak lama usai dikeroyok. (mbr/mbr)