Saat Belasan Gazebo Diarak Keliling Desa di Semarang

Saat Belasan Gazebo Diarak Keliling Desa di Semarang

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 03 Agu 2018 13:35 WIB
Saat Belasan Gazebo Diarak Keliling Desa di Semarang
Arak-arakan gazebo di Desa Seribu Gazebo di Kabupaten Semarang. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Warga Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, menggelar merti desa dengan arak-arakan gazebo. Masing-masing RT menampilkan kreasi gazebo untuk diarak di desa dengan ikon seribu gazebo ini.

Gazebo yang biaya pembuatannya berkisar antara Rp4 juta sampai Rp6 juta tersebut diarak menggunakan pikap. Sedikitnya ada 19 gazebo yang diarak dalam merti desa.

Selain menampilkan gazebo, masing-masing RT di Desa Kemetul juga membawa hasil bumi maupun kreasi serta kreativitas dalam arak-arakan. Sekalipun arak-arakan gazebo hanya sepanjang 500 meter dari wilayah RT 12 hingga memasuki wilayah RT 11 yang persis di depan Balai Desa Kemetul, sambutan warga sangat antusias.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang tua ikut dalam arak-arakan. Kemudian, arak-arakan gazebo itu pun menjadi tontonan gratis bagi warga lainnya. Mereka pun rela berdiri di pinggir jalan sepanjang rute arak-arakan baik sisi kiri maupun kanan.

Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo mengatakan, Desa Kemetul sudah dilaunching sebagai desa wisata dengan ikon desa seribu gazebo.

"Di tahun ini semangat masyarakat tetap membuat gazebo pada acara bersih desa dan dilaksanakan dari tiap-tiap RT. Dengan harapan wisatawan masuk ke Desa Kemetul betul-betul merasakan sesuai dengan ikonnya ada gazebo sejumlah seribu," ujarnya.

Gazebo yang diarak tersebut, katanya, nantinya akan ditempatkan di tiap RT masing-masing.

"Nantinya berfungsi sebagai penunjang desa wisata yang ada di Desa Kemetul," kata dia.

"Untuk merti desa sudah berlangsung secara turun temurun, yang pada intinya dulunya ada tradisi jolenan punya makna ojo kelalen. Kita jangan lupa kepada Sang Pencipta, mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Ini dirayakan setiap tahun setelah panen kretek (musim kemarau)," tutur Agus.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menambahkan, desa yang berada di pinggiran ini bisa berinovasi dengan terobosan seribu gazebo yang dimanfaatkan wisatawan menikmati keindahan alam. Untuk itu, Dinas Pariwisata jelas ikut mempromosikan keberadaan Desa Kemetul dengan ikon desa seribu gazebo.

"Kami dari Dinas Pariwisata selalu promosi ke luar daerah baik melalui kegiatan-kegiatan. Kemudian promosi-promosi lewat kegiatan-kegiatan yang ada di kabupaten/kota lain, termasuk promosi melalui medsos, website," katanya.

Untuk promosi pariwisata ini, katanya, saat ini Dinas Pariwisata sedang membangun Sistem Informasi Kepariwisataan Online. Diharapkan nantinya masyarakat bisa mengetahui potensi wisata pariwisata dari sistem informasi kepariwisataan online tersebut. Kemudian acara semacam inipun akan dimasukan dalam agenda event Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.

"Ini sudah terlaksana setiap tahun, nanti kami dari Pariwisata mengakomodir memasukan dalam agenda event yang ada di Kabupaten Semarang," tuturnya.

"Image desa seribu gazebo itu sangat luar biasa," katanya.

Arak-arakan gazebo di Desa Seribu Gazebo di Kabupaten Semarang. Arak-arakan gazebo di Desa Seribu Gazebo di Kabupaten Semarang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Salah seorang penonton, Tiara Monika (21), warga Beji Lor, Kecamatan Suruh mengaku, sengaja datang ke lokasi untuk melihat arak-arakan gazebo.

"Saya tiap tahunnya melihat. Warga terlihat sangat semangat mengikuti. Ini terlihat dari gazebo yang diarak tiap tahunnya lebih bagus," kata Tiara yang mahasiswi UKSW, Salatiga, itu.

Arak-arakan gazebo di Desa Seribu Gazebo di Kabupaten Semarang. Arak-arakan gazebo di Desa Seribu Gazebo di Kabupaten Semarang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Hal senada diungkapkan Tri KA (22), warga Karangduren, Kecamatan Tengaran.

"Saya baru sekali melihat. Kesan saya acaranya terlihat kompak, warga sangat antusias dari semua umur mengikuti. Kemudian, gazebo yang diarak bagus-bagus dan kreatif. Ini jadi inspiratif bagi saya dan puas melihatnya," tuturnya. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads