Diduga Libatkan Oknum Polisi, Kapal Angkut Solar Ilegal Diamankan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 18:11 WIB
Kapal pengangkut solar ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Kapal kayu bermuatan 10 ton bahan bakar jenis solar ielgal diamankan polisi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Saat ini masih didalami dugaan keterlibatan oknum polisi dibalik pengangkutan solar ilegal itu.

Kapal kayu tersebut kini diamankan oleh Ditpolairut Polda Jateng di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kasubdit Gakum Ditpolairut Polda Jateng, AKBP Antonius Anang mengatakan penangkapan dilakukan oleh patroli Polair Mabes Polri hari Selasa (24/7) lalu.

"Hari Selasa, 24 Juli, kapal BKO dari Ditpolair Baharkam Mabes Polri, Kapal Sikatan melakukan patroli menemukan kapal tanpa nama, ternyata mengangkut BBM sebanyak 10 ton," kata Anang di kantornya, Senin (30/7/2018).

Setelah diperiksa, ternyata nahkoda tidak bisa menunjukkan surat izin. Pemeriksaan pun dilakukan dan Mabes Polri melimpahkan kasus tersebut kepada Ditpolairut Polda Jateng.

"Yang dilakukan mengamankan kapal tersebut untuk meminta dokumen, tidak bisa menunjukkan. Dari Baharkam buat laporan dan dilimpahkan ke Ditpolair Jateng," tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga berinisial YS mengetahui ada 3 orang diamankan saat patroli dilakukan. Ia pun menjelaskan kalau ada 1 oknum polisi yang ia kenal berinisial T terlibat sebagai pemilik kapal atau barang.

"Yang 2 kurang tahu yang 1 itu T, itu polisi, sekarang tugas di Purworejo," kata YS.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Anang menjelaskan, saat penangkapan ada 3 orang yaitu nahkoda berinisial N dan 2 anak buah kapal. Dan kini N sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Tersangka 1 orang, tapi tidak menutup kemungkinan berkembang," tandas Anang.

Terkait keterlibatan oknum polisi, Anang menjelaskan pihaknya akan memeriksa. Jika terbukti, bisa saja oknum tersebut juga akan ditetapkan menjadi tersangka.

"Dalam waktu dekat (oknum polisi) akan kita periksa. Info dari nahkoda itu pemilik barang, kalau bisa kita tersangkakan ya tersangkakan," tegasnya.

Ia menjelaskan, praktik yang dilakukan dengan kapal kayu tanpa nama itu masih didalami dari mana dan diantarkan ke siapa. Namun pelaku jelas melanggar Pasal 53 Undang-undang Migas soal pengangkutan BBM tanpa dokumen sah.


Tonton juga video: 'Jual Solar Palsu, PT Tialit Anugerah Raih Omzet Rp 600 Juta/Minggu'

[Gambas:Video 20detik]

(alg/sip)