8 Peserta Berbuat Curang di Ujian Masuk Fak Kedokteran UAD Yogya

Usman Hadi - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 17:35 WIB
Pimpinan UAD dan Panitia PMB menunjukkan alat yang dipakai berbuat curang (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Praktik curang terjadi dalam pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Kedokteran UAD Yogyakarta. Setidaknya 8 calon mahasiswa kepergok memakai peralatan khusus untuk berbuat curang.

Peristiwa tersebut terjadi di ujian gelombang ke-III PMB FK UAD, Minggu (29/7). Dari tangan pelaku, panitia PMB berhasil mengamankan delapan alat bantu dengar, empat handphone, alat pemancar sinyal, dua aki, dan rangkaian kabel di dalam tas.

"Saat penggeledahan berlangsung pengawas dibantu satpam menemukan barang-barang yang dilarang dibawa di ruang ujian," kata Kepala Biro Akademik dan Admisi UAD, Wahyu Widyaningsih, di Kampus 1 UAD Yogyakarta, Senin (30/7/2018).
Curang Saat Seleksi, 8 Calon Mahasiswa Kedokteran UAD DicoretPimpinan UAD membeikan penjelasan (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Praktik curang tersebut terbongkar saat pengawas ujian mencurigai gerak-gerik sejumlah peserta ujian gelombang ke-III PMB FK UAD. Calon mahasiswa tersebut kerap membolak-balikkan kertas ujian, dan gestur tubuhnya berbeda dengan peserta lainnya.

Kecurigaan pengawas terbukti. Saat memeriksa calon mahasiswa tersebut, mereka mendapati sebuah kamera handphone tersemat di jaket yang telah dimodifikasi. Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata terdapat peralatan lain yang disembunyikan.

"Cara kerjanya, peserta memfoto soal (memakai handphone di jaket) kemudian dikirim ke penyedia jasa. Kemudian pihak yang menyediakan jasa itu mengirimkan jawaban paling lama setengah jam usai soal dikirim," ungkapnya.
Curang Saat Seleksi, 8 Calon Mahasiswa Kedokteran UAD DicoretPeralatan khusus yang dipakai peserta ujian yang curang (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Kabid Administrasi dan Evaluasi Akademik UAD, Imam Azhari, menuturkan bahwa peralatan yang terpasang di peserta ujian tersusun rapi. Cara kerjanya, setelah menerima soal ujian, penyedia jasa mengirimkan jawaban melalui alat yang terpasang di telinga.

"Delapan calon mahasiswa tersebut ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi. Dalam kasus ini semua peserta (yang kedapatan curang) perempuan," tuturnya.

Para calon mahasiswa tersebut kepada panitia PMB mengaku berbuat curang karena ingin masuk FK UAD. Bahkan mereka bersedia membayar uang dari puluhan hingga Rp 150 juta kepada penyedia jasa apabila diterima.

"Delapan orang tersebut telah dicoret secara administratif dan ujian mereka dibatalkan," tutupnya.



Tonton juga video: 'Ketahuan Curang, Gelar Juara Kompetisi Fotografi Wildlife Dicabut'

(mbr/mbr)