Mortir Meledak di Banjarnegara, Terdengar Hingga Jarak 2 Km

Uje Hartono - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 13:18 WIB
Lokasi ledakan mortir di Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Suara ledakan terdengar di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Senin (30/7/2018). Ledakan yang terjadi sekitar pukul 08.15 WIB ini terdengar hingga 2 kilometer lebih.

Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei mengatakan, ledakan tersebut terjadi di pekarangan warga. Beruntung, saat terjadi ledakan tidak ada warga yang berada di lokasi.

"Ledakan ini terjadi bukan di tengah-tengah permukiman warga dan kebetulan pas tidak ada orang. Sehingga, tidak tidak ada korba jiwa. Tetapi memang suara ledakannya terdengar lebih dari 2 kilometer," ujarnya saat ditemui di Mapolres Banjarnegara, Senin (30/7/2018).

Sebelum terjadi ledakan, salah seorang warga membakar sampah di pekarangan yang tidak jauh dari rumahnya. Usai membakar sampah, terdengar suara ledakan dan terdapat tanah berlubang yang berada sekitar 40 meter dari tempat pembakaran sampah.

"Ledakan ini menghantam tembok milik warga. Kami menduga ada mortir yang terpendam kemudian meledak," kata dia.

Namun, pihaknya belum memastikan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Saat ini, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ledakan serta melakukan penyisiran di sekitar ledakan.

"Apakah karena ada orang yang membakar sampah kemudian terjadi suhu panas atau karena mortir tersebut masih aktif. Sekarang kami masih dalam penyelidikan," tuturnya.

Saat ini, tim Jihandak Brimob Purwokerto dan tim Inafis Polres Banjarnegara sedang menyisir lokasi ledakan. Langkah ini dilakukan untuk mencari kemungkinan ditemukannya barang serupa.

"Kami juga sudah memasang garis polisi agar warga tidak mendekat dulu ke lokasi ledakan," katanya.

Nona menegaskan, ledakan tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi teroriseme. Ia menduga, mortir tersebut merupakan peninggalan zaman penjajahan.

"Apalagi, sebelumnya juga di temukan granat di dekat pasar kota Banjarnegara. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan aksi terorisme," pungkas Nona. (sip/sip)