Ngaku Kehabisan Uang, Warga Surabaya Nyopet 13 HP di Salatiga

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 27 Jul 2018 18:10 WIB
Foto: Eko Susanto/detikcom
Salatiga - Seorang warga Surabaya, Rizal Benny Pranata (26), ditangkap tim Resmob Polres Salatiga. Pelaku ditangkap karena mencopet 13 handphone saat ada pentas musik di Kota Salatiga.

Awalnya, korban Wahyu Candra Setiawan (22), warga Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, melaporkan telah kehilangan handphone Samsung Galaxy S7 EDGE saat melihat konser musik dalam rangkaian HUT ke-1268 Kota Salatiga di Lapangan Pancasila, Minggu (22/7/2018), lalu. Konser musik tersebut dihadiri sejumlah artis ibukota. Saat konser ada banyak warga yang kehilangang HP.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, pada tanggal 22 Juli 2018, malam saat melakukan pengamanan pentas tersebut ada korban yang melaporkan handphone hilang. Ketika itu, terus memerintahkan anggota untuk menyebar mencari pelaku maupun orang yang dicurigai sebagai pelaku.

"Kebetulan Rizal ini terlihat membawa tas, terus digeledah. Di tasnya ada 12 HP, termasuk HP yang dilaporkan hilang," kata Yimmy di Mapolres Salatiga, Jumat (27/7/2018).

"Awalnya, pelaku ini ingin nonton sepakbola di Magelang, untuk mensuporteri Persebaya melawan PSIS Semarang. Karena nggak dapat tiket, mereka kembali dan mendengar ada konser di sini (Salatiga). Terus mampir di sini," katanya.

Selanjutnya setelah melihat konser tersebut ungkap Yimmy, pelaku butuh uang untuk pulang ke Surabaya.

"Hanya di sini, mereka ini ngambili HP. Sementara dari 13 HP, yang diketahui pemiliknya baru tiga orang," ujarnya.

Setelah pelaku ditangkap dan kasus diungkap, kemudian sempat diumumkan melalui media sosial. Namun baru tiga korban yang mengidentifikasi HP tersebut. Sedangkan 10 HP lagi, belum ada pemilik yang datang melihat HP-HP tersebut.

"Kami mengumumkan kepada masyarakat baik melalui media sosial, bagi yang merasa kehilangan HP pada saat kejadian tersebut bisa mendatangi Polres Salatiga untuk identifikasi HP-nya ada atau tidak," katanya.

Sementara itu, pelaku Rizal mengaku, dari Surabaya menuju Magelang membawa uang sebesar Rp 200 ribu dan sudah habis. Uangnya tinggal tersisa Rp 45.000.

"Perjalanan dari Surabaya hanya sehari, uang habis untuk makan dan bayar tiket bus. Terus saat mau pulang tinggal Rp 45.000," kata Rizal.

Ia pun mengaku, hanya disuruh temannya, AN untuk membawa HP-HP tersebut. Sedangkan setelah kejadian, AN kabur.

"Saya cuma disuruh membawa," katanya.

Rizal mengaku, kedatangannya sebenarnya untuk menonton Persebaya karena kehabisan tiket, kemudian diajak temannya menuju Salatiga.

"Awalnya saya lihat Persebaya, terus diajak teman ke sini saya ngikut aja. Nggak ada niat, tiba-tiba saya dikasih HP, gitu tok. Saya cuma diminta tidak jauh-jauh," ujarnya.

Dari 13 HP tersebut, katanya, waktunya hampir sekitar 2 jam.

"HP diambil saat para korban berada di kerumunan-kerumunan itu," pungkas Rizal.

(bgs/bgs)