DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 10:37 WIB

Kekurangan Armada, BPBD Kewalahan Atasi Kekeringan Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Kekurangan Armada, BPBD Kewalahan Atasi Kekeringan Purworejo Kekeringan di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Sebanyak 56 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Bantuan air bersih pun sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah, namun karena kekurangan armada mobil tangki air, BPBD Purworejo kewalahan.

Musim kemarau di Kabupaten Purworejo mulai dirasakan dampaknya oleh ribuan warga. Untuk mengatasi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mulai melakukan droping air ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih tersebut.

BPBD sudah menyiapkan sebanyak 1.420 tangki air bersih yang akan didistribusikan ke semua wilayah yang mengalami kekeringan. Namun, di tengah-tengah kesibukan melakukan droping air ke sejumlah wilayah, ada beberapa kendala yang harus dihadapi oleh BPBD Purworejo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Hery Susanto yang dimintai konfirmasi detikcom menuturkan, jika sekarang BPBD Purworejo hanya mempunyai dua armada mobil tangki untuk pendistribusian air bersih. Padahal untuk membawa air sebanyak itu dan bisa mencapai ke 56 desa yang terdampak kekeringan, idealnya dibutuhkan minimal enam armada mobil tangki.

"Ya kami merasa kewalahan jika kebutuhan air bersih sebanyak itu hanya menggunakan dua mobil. Belum lagi nanti jika jarak lokasi jauh dan terpencil padahal kita juga harus bolak-balik untuk mengirim daerah lain, waktunya bisa habis di jalan, bahkan kadang sampai malam," ungkap Hery, Sabtu (21/7/2018).

Hery berharap akan segera ada bantuan mobil lain untuk pendistribusian air bersih. Pihak BPBD sudah mengajukan bantuan armada ke provinsi sejak awal bulan Juli 2018.

"Kami juga sudah mengajukan bantuan, surat ke provinsi juga sudah kami layangkan sejak awal bulan Juli ini namun belum turun juga. Semoga dalam waktu dekat ini akan segera turun," lanjut Hery.

Kendala lain yang harus dihadapi yaitu tempat pengambilan air bersih yang berada di kantor PDAM Kutoarjo yang dirasa jauh. Hal tersebut dirasa kurang efektif karena harus bolak-balik dari kota kemudian ke lokasi kekeringan lagi. Daerah Purworejo yang berbukit-bukit serta akses jalan yang sulit membuat droping air bersih tersebut juga menemui kendala lain.

"Banyak desa terpencil yang jalannya sangat curam, bahkan muatan tangki 5.000 liter harus dikurangi agar bisa naik sampai lokasi karena mobil tidak kuat dengan beban 5.000 liter," imbuhnya.

Pihak BPBD khawatir droping air bersih itu tidak bisa mencapai seluruh wilayah yang membutuhkan dan tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Namun demikian, dengan adanya kendala-kendala tersebut diharapkan warga tetap bersabar untuk menunggu bantuan air bersih itu datang.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed