DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 16:34 WIB

Walkot Semarang Minta Warga Tidak Tolak Imunisasi Difteri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Walkot Semarang Minta Warga Tidak Tolak Imunisasi Difteri Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Warga meninggal akibat virus difteri di Kota Semarang ternyata berjumlah 2 orang. Sebelumnya diberitakan 1 anak meninggal dunia. Pemerintah Kota Semarang langsung mengambil tindakan untuk langkah antisipasi.

Tercatat ada 7 orang selama Juni hingga Juli ini yang menderita difteri. Dua orang diantaranya meninggal tepatnya warga Genuksari dan Bangetayu Wetan yang sama-sama berada di Kecamatan Genuk.

"Sejak Juni-Juli ada 7 orang, 5 masih dirawat, 2 meninggal," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Jumat (20/7/2018).

Dengan adanya kasus difteri itu, Pemkot Semarang langsung melakukan berbagai upaya berupa Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi di lingkungan tempat tinggal penderita dan profilaksis atau pencegahan kepada orang-orang yang kontak dengan penderita.

"Saat ini kami terus monitor ketat agar kasus tidak bertambah lagi," tandasnya.

Ia juga berharap agar masyarakat terbuka dan bersedia anaknya diimunisasi karena 7 penderita difteri tersebut orangtuanya tidak bersedia anaknya diimunisasi saat bayi.

"Mengingat bahwa pencegahan utama adalah imunisasi, diharapkan agar masyarakat bersedia atau tidak menolak imunisasi pada bayinya," pungkas Hendi.

Ia juga menjelaskan, secara teknis atau medis jika ada 1 kasus difteri maka diketegorikan kejadian luar biasa. Namun ia juga meminta status itu tidak membuat masyarakat panik.

"Jangan sampai ini membuat masyarakat panik. Kota Semarang aman," tegasnya.
(alg/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed