5 Kepala Desa di Kabupaten Semarang Ikut Nyaleg, Ini Catatannya

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 20 Jul 2018 13:26 WIB
Suasana pendaftaran bacaleg di KPU Kabupaten Semarang. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Sedikitnya lima kepala desa (kades) di wilayah Kabupaten Semarang, mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) dalam pemilu 2019. Mereka saat didaftarkan oleh parpolnya di KPU telah menyertakan surat pengunduran diri.

Adapun kelima kades yang nyaleg tersebut yakni Kades Kawengen, Ungaran Timur; Kades Kwarasan, Jambu; Kades Banyukuning, Bandungan; Kades Wonorejo, Pringapus dan Kades Doplang, Bawen. Sejauh ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Semarang, telah mengundang kades yang maju nyaleg, tersebut.

Sekretaris Dispermades Kabupaten Semarang, Mindarto mengatakan, pada Senin (16/7/2018), telah mengundang kepala desa yang maju nyaleg.

"Kemarin yang hadir ke sini dari Kwasaran (Jambu), Banyukuning (Bandungan), Kawengen (Ungaran Timur) dan satunya Wonorejo (Pringapus). Mereka berkeinginan untuk maju nyaleg," katanya saat ditemui di kantornya Jalan Garuda I No 2 Ungaran, Jumat (20/7/2018).

Adapun prosedur bagi kades yang nyaleg, katanya, mereka saat mendaftarkan di KPU menyertakaan surat pernyataan mengundurkan diri dari kades.


"Surat pengunduran diri tersebut disampaikan kepada BPD, kemudian camat dan baru sampai kita. Kalau sudah sampai sini, kita memproses untuk SK pemberhentian tetap dari bupati," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemdes, Aris Setyawan menambahkan, surat pengunduran diri tersebut sebagai persyaratan untuk mendaftar di KPU. Kemudian, sisa masa jabatan yang ditinggalkan kades tersebut, selanjutnya akan diisi oleh penjabat kepala desa.

"Untuk SK pemberhentian dari bupati, masih dalam proses. Nantinya, sisa jabatannya karena belum ada pilkades akan diisi penjabat kepala desa dari PNS kecamatan," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Semarang, Aris Mufid mengatakan, berdasarkan PKPU No 20 tahun 2018 sudah diatur bagi caleg yang berasal dari ASN, pejabat, kepala desa maupun perangkat desa. Dia saat mendaftarkan diri harus menyertakan surat pengunduran diri.

"Saat mendaftar sebagai caleg yang berasal dari ASN maupun kepala desa atau perangkat desa itu harus mengundurkan diri. Itu dibuktikan dengan surat pengunduran diri dan ada tanda bukti terima dari instansi yang terkait," katanya.


"Proses selanjutnya nanti H-1, sebelum penetapan DCT yang ditetapkan tanggal 20 September 2018, maksimal tanggal 19 September 2018, sudah harus menyerahkan SK pemberhentian resmi yang berasal dari instansinya. Kalau kemudian tanggal 19 September, tidak menyerahkan maka caleg itu akan dicoret oleh KPU dan tidak bisa diganti lagi," ujar dia.

Saat ini dari total 448 bacaleg yang mendaftarkan di KPU Kabupaten Semarang.

"Itu kelihatan kurang lebih ada 4 sampai 5 caleg yang berasal dari kades. Mereka sudah ada surat pengunduran diri dan tanda terima dari instansi terkait. Tinggal menunggu SK pemberhentian resmi dari bupati," kata Aris.

Dihubungi terpisah, Kades Kwarasan, Jambu, Suyadi mengatakan, mengaku mantap mendaftarkan diri sebagai caleg melalui partai Nasdem di dapil V (Jambu, Ambarawa, Bandungan dan Sumowono).

"Alhamdulillah mantap sanget nyaleg melalui Nasdem. Saya sudah mengajukan surat penguduran diri," kata dia yang telah dua periode menjadi kades, itu.

Selain dia, katanya, kades lainnya yang nyaleg dan datang memenuhi undangan Dispermades yakni Kades Banyukuning, Wonorejo Pringapus dan Kawengen Ungaran Timur.

"Kemarin yang bareng pas di Dispermades hanya 4 kades," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Doplang Bawen, Supriyanto yang mendaftarkan caleg melalui PPP. Ia pun mengaku, telah dua kali menjadi kades dan berjanji hanya dua periode saja menjadi kades.

"Insya Allah melalui PPP dapil II. Latar belakang melanjutkan pengabdian yang lebih luas," katanya saat dihubungi wartawan.

"Komitmen dengan janji saya pada masyarakat Doplang, saya akan nyalon kades dua periode saja," tuturnya. (sip/sip)