DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 11:49 WIB

Siapa Penghadang Penumpang Taksi di Bandara Semarang yang Viral?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Siapa Penghadang Penumpang Taksi di Bandara Semarang yang Viral? Bandara Ahmad Yani, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Cerita tentang penumpang taksi yang dihadang dan dipaksa turun saat berada di Bandara Ahmad Yani, Semarang viral di media sosial. Lalu, siapa pria yang menghadang penumpang bernama Nathalie itu?

"Kita selidiki dulu siapa dia. Bukan dari kita," ujar Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Dian Permata Sari saat ditemui di kantornya, Senin (16/7/2018).

Dian juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berusaha memberikan solusi.

"Sudah ditindaklanjuti customer service dan ADM. Intinya yang bersangkutan sudah diberi penjelasan," jelasnya.


Formulir complain ticket juga sudah diberikan namun tidak diisi sehingga pihak bandara tidak tahu identitas lengkap Nathalie. Menurut Dian, jika Nathalie mengisinya, setidaknya ada komplain resmi dan tindak lanjutnya bisa dikabarkan.

"Yang bersangkutan tidak mau mengisi complain ticket," ujarnya.

Meski demikian, Dian menjelaskan pihaknya tetap meminta maaf kepada Nathalie atas ketidaknyamanan yang dialami. Karena tidak ada titik temu, akhirnya Nathalie tetap diperbolehkan naik taksi Blue Bird.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa yang dialami Nathalie ini terjadi pada Minggu (15/7) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu Nathalie baru pulang dari Surabaya dan mencari taksi untuk pulang. Ketika itu ia melihat taksi Blue Bird kosong dan lebih dekat daripada taksi bandara yang harus sedikit menyeberang.

Setelah taksi yang ditumpangi jalan sekitar 10-20 meter, ternyata ada seorang pria menghadang dan meminta Nathalie turun. Sopir Blue Bird pun diminta menurunkan barang-barang Nathalie.


Nathalie tidak menyerah, ia mempertahankan haknya untuk memilih transportasi yang dia inginkan. Setelah berdebatan keras dan panjang, Nathalie memutuskan melaporkan ke Customer Service. Perempuan yang bekerja sebagai tour guide itu meminta bukti aturan tertulis terkait aturan yang membuatnya harus dihadang.

Saat itu ikut datang Airport Duty Manager, Rosa Marina, untuk menangani. Pria yang menghadang Nathalie juga dipanggil. Perdebatan kembali terjadi dan Nathalie meminta pria itu menyebutkan nama-nama pejabat yang memerintahnya. Dan ternyata pria itu tidak menyebutnya.

Pihak bandara memberikan pilihan saat itu. Pilihan pertama menggunakan taksi bandara, kedua diantar dengan mobil Angkasa Pura keluar bandara untuk mencari taksi lain, atau menggunakan Bus Trans Semarang. Nathalie juga diminta menulis keluhan di complain ticket, namun menolak.

Ternyata Nathalie menolak semuanya, karena ia merasa seharusnya punya hak memilih. Hingga akhirnya dia tetap menggunakan taksi Blue Birs. Selain itu, yang lebih dia tekankan adalah aksi penghadangan yang menghentikan taksi dan menyuruh penumpang turun.

"Yang saya garis bawahi adalah premanismenya ya dan hak kami sebagai konsumen dan keamanan dari bandara sendiri karena mereka melakukan aksi itu di tengah banyak orang," tegasnya.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed