DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 10:53 WIB

Bahagianya Gunaryo Persunting Istri Sirinya di Nikah Massal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Bahagianya Gunaryo Persunting Istri Sirinya di Nikah Massal Nikah massal di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Gunaryo (50) warga Jangli, Tembalang, Semarang tidak bisa menahan haru karena bisa menikah resmi dengan pasangannya, Tri Ekowati (40). Mereka menjadi salah satu pasangan dalam nikah massal di Kejaksaan Tinggi Jawa tengah.

Pria tersebut terharu karena sejak 9 tahun menikah siri, akhirnya ada kesempatan menikah resmi secara gratis. Seluruh biaya mulai dari rias, catering, hingga mahar ditanggung Kejati Jateng.

"Siri 9 tahun, anak sudah 2. Saya dapat informasi dari pak RT, saya senang sekali, tadi nangis, kalau tidak nikah massal tidak bisa seperti ini," ujar Gunaryo di lokasi ijab, lapangan tenis kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/7/2018).

Kebahagiaan pun dirasakan pasangan Abdullah (58) dan Nur Juwariyah (53) warga Semarang Tengah. Pasangan yang pernah cerai tahun 2016 itu kembali bersatu lewat nikah massal. Mereka ingin memperbaiki hubungan demi 5 anak dan 5 cucu mereka.

"Kami menikah tahun '83, cerai 2016. Ini rujuk lagi. Kami info ada nikah massal tau dari anak-anak. Kami sangat berterimakasih sekali kepada Kajati," kata Abdullah.

Total ada 21 pasangan yang dinikahkan massal dalam rangka hari Bhakti Adhyaksa ke-58 dan HUT XVIII ikatan Adhyaksa Dharmakarini tahun 2018 itu. Tidak hanya fasilitas menikah, mereka juga dihibur dengan diarak keliling Simpang Lima Semarang menggunakan bendi hias.

"Saya nggak menyangka bisa ada seperti ini juga (diarak). Senang, apalagi semua gratis," kata Sri Lestari (25) yang didampingi pasangannya, M Arifin (26).

Acara tersebut memang menarik antusias warga, bahkan ada juga yang datang terburu-buru karena nyaris terlambat. Para mempelai kemudian melaksanakan ijab kabul serentak di lapangan Tenis kantor Kejati Jateng.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng, Sadiman mengatakan ia menjamin semua biaya acara hari ini ditanggung Kejati. Jika ada yang memungut biaya, ia meminta mempelai mengadu langsung kepadanya.

"Ini semua gratis, kalau ada yang memungut, bilang ke saya, saya ganti," ujar Sadiman.

Sementara itu Kepala Kanwil Kementrian Agama Jateng, Farhani menambahkan, ada yang unik dalam penyelenggaraan nikah massal itu karena semua kepala KUA se-Kota Semarang datang untuk menikahkan warga secara serentak.

"Ini baru pertama kali, semua kepala KUA di Semarang berkumpul melaksanakan tugas mulianya," kata Farhani.

Usai ijab kabul, para mempelai naik ke atas pangung dan duduk berjajar untuk mendapatkan selamat dari keluarga yang hadir.

"Kegiatan ini juga untuk memberikan perlindungan hukum bagi pasangan," imbuhnya.
(skm/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed