Budi yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Setda Provinsi Jateng itu dilantik Ganjar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Jabatan Bupati Banyumas memang sudah kosong sejak 11 April 2018 karena habis masa jabatan.
Kepada Budi, Ganjar berpesan, dalam jabatan yang diemban dalam 2 bulan itu, Budi harus menjalankan pemerintahan yang transparan dan menerapkan birokrasi milenial dengan media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tonton juga video 'KPU: Ganjar Menang di Jateng, Khofifah di Jatim, Emil di Jabar'
"Anda harus terjun ke media sosial. Dengan membuka media sosial, ada risiko yang diambil, Anda bisa dihajat, dikritik, tapi sekaligus bisa sejauh mana kita memberikan respon yang cepat," kata Ganjar, Jumat (13/7/2018).
Sedangkan terkait beberapa kepala daerah di Jateng ditangkap KPK, Ganjar berpesan agar Banyumas bisa menjadi contoh pemerintahan bersih dan Budi bisa menjadi pemimpin yang berintegritas.
"Saya mengingatkan, saya titip integritas, berkali-kali saya ingatkan. Ini cara kita mencegah korupsi di daerah, KPK selalu bersama kita," tegas Ganjar.
Tidak ketinggalan, Ganjar juga berpesan agar permasalahan kemiskinan ditangani. Termasuk soal pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang banyak disalahgunakan untuk pendaftaran sekolah.
"Saya titip juga kepada kepala desa, banyak yang bilang kepala desa tidak enak ke tetangga kalau tidak beri SKTM, ini lah nanti tugas Pak PJ Bupati," lanjutnya.
Untuk diketahui, Bupati Banyumas terpilih, Achmad Husein dan wakilnya, Sadewo Tri Lastiono akan dilantik setelah Gubernur Jawa Tengah terpilih dilantik pada bulan September 2018.












































