DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 08:34 WIB

Pria yang Diciduk Densus 88 di Bantul Dikenal Berjualan Bakso Tusuk

Usman Hadi - detikNews
Pria yang Diciduk Densus 88 di Bantul Dikenal Berjualan Bakso Tusuk Ketua RT 08 Dusun Mrisi, Endiyo bersama istri, Suryanti. Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Maryanto, yang diamankan Densus 88 di Bantul diketahui sehari-hari berjualan bakso tusuk keliling. Dia kerap berjualan di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Mrisi, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

"Dia jualan bakso tusuk sekitar satu tahun," kata Ketua RT 08 Dusun Mrisi, Endiyo (56) saat ditemui wartawan di kediamannya.

Endiyo melanjutkan, selain berjualan bakso keliling Maryanto juga kerap mangkal di sekitar Jogjatronik Jalan Brigjen Katamso Kota Yogyakarta.

"Bisanya jual sendiri, tapi juga ada karyawannya," jelasnya.

Sebelum berjualan bakso tusuk, kata Endiyo, Maryanto sempat berjualan rica-rica di Jalan Bantul. Namun usaha tersebut akhirnya ditutup, hingga kemudian dia beralih berjualan bakso tusuk.



Saksikan juga video '2 Orang Diamankan Densus 88 di Blitar':

[Gambas:Video 20detik]



Maryanto sendiri adalah warga asli Dusun Mrisi. Menurut Endiyo, awalnya kepribadian Maryanto sama seperti warga lainnya. Namun lambat laun perilakunya mulai berubah.

Perubahan pada diri Maryanto, tutur Endiyo bermula saat dia bersinggungan dengan salah satu ormas terindikasi radikal di Indonesia. Setelahnya sikap Maryanto menjadi keras dan suka memaksakan kehendak.

"Sejak punya istri pertama terus dia tidak ikut (kegiatan RT) apa-apa," ujarnya.


Terduga teroris ini memang memiliki dua istri.

"Keduanya cadaran, tapi jarang salat (di tempat ibadah) sini, salatnya di tempat lain," ucapnya.

Polisi sendiri sudah lama mengintai Maryanto. Sejumlah polisi kedapatan mendatangi kediaman Endiyo sebelum Ramadan kemarin, kedatangan mereka untuk menanyakan seputar keluarga Maryanto.

Istri Endiyo, Suryanti menambahkan, setidaknya empat kali polisi mendatangi kediamannya dalam proses penggrebekan Maryanto pada Rabu (11/7) pagi kemarin.

Kedatangan polisi yang pertama terjadi sebelum penggrebekan sekitar pukul 08.00 WIB. Kala itu polisi mencari suaminya, tapi ketika itu Endiyo tidak ada di rumah.

Setelahnya polisi langsung menggrebek Maryanto. Sesuai penggrebekan ternyata masih ada polisi masih mendatangi kediamannya, yakni pada pukul 10.00 WIB, lalu pukul 13.00 WIB, dan pukul 14.00 WIB.

"Mereka nyari data-data kependudukan. Katanya dari Bantul gitu," tutur Suryanti.

"Mereka (polisi) bilang Pak Maryanto itu punya masalah besar, diduga tersangkut jaringan teroris," tutupnya.

Pria yang Diciduk Densus 88 di Bantul Dikenal Berjualan Bakso Tusuk

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed