DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 17:26 WIB

Gunakan SKTM, Keluarga Mampu di Banyumas Akhirnya Cabut Berkas

Arbi Anugrah - detikNews
Gunakan SKTM, Keluarga Mampu di Banyumas Akhirnya Cabut Berkas Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - Panitia PPDB SMK Negeri 1 Purwokerto hingga saat ini masih terus melakukan proses rekap terhadap jumlah pendaftar yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Dari 1.314 pendaftar, 948 merupakan pendaftar yang menggunakan SKTM.

"54 pendaftar sudah mencabut berkas kemarin, yang lain masih dalam proses," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Menurut dia, pelaksanaan verifikasi dilakukan selama dua hari pada Selasa (10/7) kemarin hingga hari ini.

"Hari ini sudah pada hadir untuk melengkapi syarat SKTM dan mengisi pernyataan," ujarnya.

Sementara Kasi SMK, Balai Pengembangan Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK)
Wilayah V Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Jateng, Kustrisaptono mengatakan jika dalam proses verifikasi, banyak calon peserta didik yang menggunakan SKTM Aspal (Asli tetapi Palsu).

Dari hasil verifikasi yang dilakukan tim dari sekolah terhadap calon murid yang menggunakan SKTM, ditemukan sejumlah fakta yang mencengangkan. Karena hampir rata-rata para pendaftar masuk dalam kategori keluarga mampu, namun menggunakan SKTM agar dapat diterima.

Bahkan di antara mereka, terdapat siswa yang orang tuanya mempunyai mobil bagus dan bekerja dengan penghasilan yang cukup besar. Selain itu, rumah yang ditempati juga tidak menunjukkan jika siswa tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu.

"Ada yang orang tuanya pegawai swasta dengan penghasilan yang tinggi. Bahkan ada pula yang orang tuanya memiliki rumah yang bagus dan tidak terlihat sebagai keluarga miskin," ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima BP2MK Wilayah V, jumlah calon peserta didik di wilayah Karisidenan Banyumas yang sudah didiskualifikasi karena menggunakan SKTM yang tidak sesuai mencapai 101 anak. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah karena proses verifikasi belum selesai.

Jumlah itu berasal dari SMKN 1 Purwokerto sebanyak 54 anak, SMKN 2 Purwokerto 17 anak, SMKN 1 Banyumas, 25 anak dan SMKN Kembangkon sebanyak 5 anak. "Sedangkan untuk SMKN 2 Banyumas datanya belum masuk," pungkas dia.
(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed