Isu Plagiasi Terpa Rektor Unnes, Ini Penjelasan Tim Investigasi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 10 Jul 2018 21:14 WIB
Tim investigasi dugaan plagiasi di Unnes Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Tim investigasi dugaan plagiasi di Unnes Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Isu dugaan plagiasi mewarnai suksesi rektor di Universitas Negeri Semarang (Unnes) Semarang. Salah satu bakal calon yang kini masih menjabat sebagai rektor, Prof Dr Fathur Rokhman MHum diduga melakukan plagiasi. Tim investigasi dibentuk untuk itu.

Postingan soal dugaan plagiasi artikel oleh Fathur berseliweran di media sosial termasuk sebuah website yang lengkap dengan grafik. Dalam postingan itu diduga Fathur memplagiat artikel karya Anif Rida.

Tim investigasi dibentuk diketuai oleh Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons. Mungin menjelaskan rinci sejak awal mula informasi dugaan plagiasi itu berhembus, diawali ketika Fathur mendaftar sebagai bakal calon rektor Unnes tahun 2018-2022 pada 18 Mei 2018 lalu.

Pada 7 Juni 2018, salah satu guru besar Unnes, Prof Dr Saratri mengajukan data dugaan plagiasi Fathur Rokhman saat diundang majelis profesor terkait tulisan di media sosialnya. "Yang bersangkutan melontarkan, 'saya akan menunjukkan ada sesuatu, boleh tidak. Benar tidak tebang pilih'. Kemudian ia menyerahkan ini," kata Mungin sembari menunjukkan dua artikel, Selasa (10/7/2018).

Selanjutnya dibentuk tim investigasi untuk menanggapi dugaan tersebut. Selain Mungin, anggota tim terdiri dari Prof Achmad Slamet, Prof Soesanto, dan Prof Bambang Hariyadi.

"Saya datangi Prof Fathur, apa benar ini. Beliau bilang tidak benar tuduhan itu. Kemudian saya meminta izin karena semua harus diproses maka saya meminta izin ke beliau selaku rektor untuk surat tugas menelusuri Fatur Rokhman," tandasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4