DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 16:10 WIB

Jurus Irit Mahasiswa Yogya: Makan Nastel dan Mie Tante Warung Burjo

Usman Hadi - detikNews
Jurus Irit Mahasiswa Yogya: Makan Nastel dan Mie Tante Warung Burjo Warung Burjo andalan mahasiswa Yogyakarta yang ingin irit. Foto: Usman Hadi/detikcom
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Yogyakarta - Harga makanan di Kota Yogyakarta dinilai kalangan mahasiswa lebih bersahabat atau lebih murah dibanding daerah lain. Barangkali itu yang membuat mahasiswa di Yogyakarta kerasan tinggal di kota pelajar ini.

"Menurutku (harga makanan di Yogyakarta) relatif lebih bersahabat di banding daerah lain," kata mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Obed Kresna kepada detikcom, Senin (9/7/2018).

Obet mencontohkan, hanya berbekal Rp 15 ribu dia bisa membeli nasi ayam dan segelas air minum di Yogyakarta. Namun di kota lain dengan uang yang sama dia tidak bisa menikmati menu serupa.


"Paling tidak dengan menu yang sama butuh Rp 20 ribu, itu standar di Jakarta," ujarnya.

Warung burjo yang banyak ditemui di Yogyakarta. Warung burjo yang banyak ditemui di Yogyakarta. Foto: Usman Hadi/detikcom

Dia memiliki kisah tersendiri ketika berkunjung ke salah satu universitas negeri di Jakarta. Kala itu dia membeli sebuah makanan yang dibandrol dengan harga Rp 40-50 ribu.


"Kalau di Yogyakarta bisa (buat) tiga kali makan," ucapnya.

Penuturan serupa diucapkan mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, M Yeni Rahman Wahid. Menurutnya, harga makanan di Yogyakarta lebih murah dibanding kota-kota besar lainnya.

Menu-menu di warung Burjo atau bubur kacang ijo ini, memiliki sebutan-sebutan yang pasti akrab di telinga mahasiswa Yogyakarta. Mulai dari burjo atau bubur kacang ijo (hijau), nastel atau nasi telur hingga mie atau nasi goreng tante alias tanpa telur.

Penampakan nasi telur warung burjo di Yogyakarta. Penampakan nasi telur warung burjo di Yogyakarta. Foto: Usman Hadi/detikcom

Seperti di warung burjo yang detikcom sambangi sore ini, terlihat di papan daftar menu dengan rentetan harga yang ramah untuk kantong mahasiswa.

Sepiring Nastel warung Burjo di Yogyakarta. Sepiring Nastel warung Burjo di Yogyakarta. Foto: Usman Hadi/detikcom

Tertulis di papan tersebut, mi rebus tante Rp 6.500, mi goreng tante Rp 6.500, nasi telur atau nastel Rp 8.000. Saat memesan nastel, tersaji sepiring penuh nasi, dilengkapi dengan oseng-oseng tempe, sedikit mie, dan ditutupi lembaran telur dadar serta sambal di pinggirnya.

Daftar menu di warung burjo.Daftar menu di warung burjo. Foto: Usman Hadi/detikcom

"Kalau di Burjo nasi telur harganya sekitar Rp 7 ribu sampai Rp 7.500, nasi ayam sekitar Rp 10 ribu. Bahkan di dekat UIN (Yogyakarta) masih ada yang jual nasi telur Rp 6 ribu, nasi lele Rp 7 ribu," jelasnya.

"Kalau Semarang (harga makanan) lebih mahal. Pernah pas ke sana beli nasi telur sama es teh habis Rp 15 ribu, kalau di Yogyakarta paling Rp 10 ribu sudah dapat nasi telur dan es teh. Jelas mahalan di sana (Semarang)," pungkas dia.
(sip/sip)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Biaya Kuliah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed