PN Semarang Bebaskan Terdakwa Dugaan Kasus Perdagangan Orang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 05 Jul 2018 20:18 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Terdakwa kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Perbuatan terdakwa bernama Windi Hiqma Ardani dinilai hakim bukan sebagai tindak pidana.

Sidang putusan dipimpin oleh hakim ketua Pudjiastuti Handayani. Dalam putusanya, disebutkan terdakwa yang merupakan Direktur Utama PT Sofia Sukses Sejati itu melanggar Pasal 103 Undang-undang Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

"Meski terbukti melanggar tuntutan lebih subsider, perbuatan terdakwa bukan termasuk sebagai tindak pidana," kata Pudjiastuti, Kamis (4/7/2018).

"Membebaskan terdakwa dari tahanan," imbuhnya.

Terdakwa dianggap melakukan kesalahan administrasi dan sudah mendapatkan skors 3 bulan dari Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja. Selama ini ia berstatus tahanan kota.

Perkara yang disidangkan tersebut bermula ketika PT Sofia Sukses Sejati mengirim TKI lulusan SMK di Jawa Tengah ke Malaysia. Para TKI dijanjikan bekerja di PT Kiss Production Food Trading, namun ternyata mereka bekerja di PT Maxim Birdnest.

Upah yang dijanjikan pun tidak sesuai. Bahkan para TKI ditangkap oleh imigrasi Malaysia dan ditahan 21 hari sebelum akhirnya dideportasi.

Terdakwa sebelumnya dituntut hukuman selama 6 tahun penjara dan memberikan restitusi kepada korban senilai Rp 1.176.000.000 subsider 2 bulan penjara.
sle

Sidang putusan sempat tertunda beberapa kali hingga akhirnya dilaksanakan hari ini dengan putusan terdakwa tidak melakukan tindak pidana.

Atas putusan hakim, Jaksa Zahri Aeniwati menyatakan pikir-pikir. Pihaknya akan berkoordinasi dengan atasan terkait hal itu.

"Kalau upaya kasasi mungkin akan kami lakukan. Saya harus berkoordinasi dengan Kasipidum," kata Zahri.

(alg/bgs)