Hebat! Guru SD di Sleman Ikut Pelatihan Astronaut di Amerika

Hebat! Guru SD di Sleman Ikut Pelatihan Astronaut di Amerika

Ristu Hanafi - detikNews
Senin, 02 Jul 2018 18:49 WIB
Nur Fitriana, guru SD N Deresan, Sleman yang ikut pelatihan astronaut di USSRC, Amerika Serikat. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Nur Fitriana, guru SD N Deresan, Sleman yang ikut pelatihan astronaut di USSRC, Amerika Serikat. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Nur Fitriana (32), guru Sekolah Dasar (SD) N Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman terpilih menjadi salah satu peserta program Honeywell Educators at Space Academy untuk mengikuti pelatihan astronaut di US Space & Rocket Center (USSRC) di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat. Bagaimana cerita lengkapnya?

Fitri menjalani pelatihan astronaut bersama 9 orang dari Indonesia dan 108 peserta mancanegara selama lima hari mulai 21-25 Juni 2018.

"Alhamdulillah saya bisa lolos dari 2.776 pendaftar dan alhamdulillah juga Indonesia tahun ini mengirimkan peserta terbanyak dari total 67 negara, ada 10 orang dari Indonesia," kata Fitri, ditemui di SD N Deresan, Senin (2/7/2018).

Fitri mengaku tidak menyangka bakal lolos seleksi karena kuota pendaftar tidak dibatasi dan bisa diikuti oleh setiap orang dari seluruh negara.

Dia bercerita awalnya dia mengetahui adanya program pelatihan yang dilaksanakan rutin tiap tahun ini dari temannya pada 2015. Saat itu, dia tertarik mencoba mendaftar tetapi sempat berpikir apakah pelatihan ini bisa menunjang kegiatan belajar terutama kaitannya dengan profesi seorang guru. Fitri kemudian mempelajari jurnal internasional soal astronaut yang ternyata erat dengan science, technology, engineering, mathematics (STEM).

Pada September 2017 dia akhirnya mendaftar melalui internet dengan mengirimkan persyaratan dan artikel berisi penelitiannya soal sumber daya listrik alternatif berupa baterai yang isi karbonnya diganti dengan kulit sayur dan buah, serta membuat jembatan dari koran bekas yang kuat menahan beban batu bata.

"Pengumuman seleksi tanggal 28 Desember 2017, sempat deg-degan kok nggak ada email balasan, berarti nggak keterima. Saya guru SD biasa dan tak pernah berbahasa Inggris dalam keseharian, jadi saya coba santai saja karena niat daftar murni ingin menuntut ilmu, yang penting sudah mencoba. Dua hari setelahnya pas bangun tidur mau subuhan, tiba-tiba ada email masuk di HP, saya cek berisi informasi diterima," kisahnya.

Fitri akhirnya berangkat bersama 9 orang dari Indonesia yang lolos seleksi dan seluruhnya juga berprofesi guru untuk berlatih menjadi seorang astronaut di USSRC. Di sana Fitri dilatih oleh para profesor dan ahli bidang STEM, hingga astronaut yang telah menjalani misi ke luar angkasa.

"Selama lima hari kita dilatih menjadi seorang astronaut, simulasi naik pesawat ke luar angkasa, sistem mesin, juga pelatihan karakter, mental, disiplin, dan ada praktik memakai teknologi serta pemanfaatan barang bekas dalam STEM," ujar guru kelas 5 ini.

"Jadi setelah pelatihan kita para guru diharapkan bisa paham betul STEM ini, dan bisa mengaplikasikan metode belajar kepada para siswa. Jika ada kendala kelengkapan fasilitas teknologi, guru bisa praktik dengan benda-benda di sekitar," paparnya. (sip/sip)