Di Banyumas, Ganjar Tak Lagi Menang Mutlak

Di Banyumas, Ganjar Tak Lagi Menang Mutlak

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 02 Jul 2018 18:50 WIB
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - Dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas, pasangan Ganjar-Yasin kalah di 1 kecamatan yakni Tambak dalam Pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Tengah. Sebanyak 26 kecamatan lainnya secara umum menang dari pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

"Untuk Pilgub kita kalah di Kecamatan Tambak dengan selisih suara sebanyak 1.179 suara," kata Kepala BSPN DPC PDIP Kabupaten Banyumas, Jarot Setiyoko kepada wartawan di kantor DPC PDIP, Senin (2/7/2018).

Sedangkan untuk Pilbup lanjut Jarot, pasangan Achmad Husein-Sadewo Tri Lastiono kalah di Kecamatan Rawalo dengan selisih suara 4.719. Selanjutnya kalah di Kecamatan Patikraja dengan selisih 8.215 suara.

"Di Purwokerto Barat 2.219 suara dan Purwokerto Utara kita kalah tipis 542 suara," jelas Jarot saat merilis hasil perhitungan yang dilakukan internal partai baik Pilbup dan Pilgub di Banyumas.

Menurutnya untuk pemilihan bupati, pasangan yang diusung PDIP, Husein-Sadewo memperoleh 510.728 atau 55.69 persen dengan total 974.029 suara. Sedangkan perolehan suara Mardjoko-Ifan Haryanto adalah 406.281 atau 44.31 persen.

"Saat ini data kami hentikan hingga kurang 32 TPS, sebagai tata krama kami untuk tidak mendahului penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU," kata Jarot.

Dia menjelaskan jika dari total 3.180 TPS di 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. BSPN berhenti melakukan perhitungan suara Pilbup secara acak pada 3.148 TPS, sehingga terdapat 32 TPS yang tidak diinput. Sedangkan untuk Pilgub, BSPN berhenti pada 3.134 TPS atau kurang 46 TPS.

Ia menambahkan pada perhitungan Pilgub Jateng di Kabupaten Banyumas, pasangan Ganjar-Yasin memperoleh 535.156 suara atau 58.75 persen. Sedangkan pasangan Sudirman-Ida memperoleh 475.692 suara atau 41.25 persen dengan total perolehan suara 969.549 dan menghentikan perhitungan kurang 46 TPS.

"Ini bukan klaim kemenangan, ini lebih kepada publikasi rekapitulasi dari hasil proses kerja BSPN," ujarnya.

Dia mengakui jika perolehan suara lebih kecil dari prediksi awal baik untuk Pilgub maupun Pilbup. Meski secara keseluruhan tetap unggul.

"Ganjar diatas 60 persen. Begitupula Pilbup hitungan kita dikisaran 60 persen kurang sedikit atau lebih sedikit," katanya.

Ia menduga salah satu faktor yang menggerus suara, lanjut dia, yakni gencarnya money politik mulai H-3 hingga terjadi pada hari H.
semarang

"12 kasus tangkap tangan money politik. Sebanyak 5 diantaranya memenuhi syarat untuk di proses," katana.

Saat tertangklap tangan ada orang yang membagikan uang dengan nominal sekitar Rp 20 ribi hingga Rp 50 ribu kepada warga.

"Siapa yang melakukan kami tidak bisa mendahului kewenangan Bawaslu dan Gakkumdu. Apa orang iseng atau berjudi itu diluar kewenangan kami, yang kami tahu ada orang bagi-bagi duit, mempengaruhi pemilihan dengan merugikan pasangan calon yang kami dukung, ditindak lanjuti dengan penangkapan oleh Gakkumdu," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas yang telah menghentikan merekap perhitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas pada 71,82 persen atau 2.284 TPS.

Dari hasil tersebut, pasangan Mardjoko-Ifan mendapat perolehan 294.726 suara atau 44,55 persen. Sedangkan pasangan Husein-Sadewo lebih unggul dengan perolehan 366.899 suara atau 55,45 persen.

"Kalau di KPU RI sudah 100 persen itu kalau bisa masuk. Kalau di KPU Banyumas kita hentikan diangka 71.82 persen," kata Ketua KPU Banyumas, Unggul Warsiadi saat dihubungi detikcom.

Dia mengungkapkan jika KPU Banyumas akan mempublikasikan hasil hitung cepat hingga 100 persen suara secara resmi dalam rapat pleno rekapitulasi suara Pilkada pada tanggal 5 Juli 2018.

"Kita tanggal 5 Juli rapat pleno seluruh Kecamatan, sudah bisa terlihat 100 persen," ujarnya.

(arb/bgs)