DetikNews
Selasa 26 Juni 2018, 13:08 WIB

KPU Siapkan 6 TPS untuk Napi Lapas Nusakambangan Nyoblos Besok

Arbi Anugrah - detikNews
KPU Siapkan 6 TPS untuk Napi Lapas Nusakambangan Nyoblos Besok Gapura Wijayakusuma, pintu masuk Pulau Nusakambangan. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilacap menyiapkan 7 TPS di lingkungan Lapas Nusakambangan. TPS tersebut disiapkan untuk melayani para penghuni lapas termasuk warga di sekitarnya.

"Untuk di Nusakambangan kita alokasikan ada 7 TPS, satu TPS untuk melayani warga dan petugas yang ada di Nusakambangan. Kemudian 6 TPS untuk melayani lapas yang ada di Nusakambangan," kata Komisioner KPU Cilacap, Ahmad Kholil saat dihubungi detikcom, Selasa (26/6/2018).

Menurut dia, di Pulau Nusakambangan setidaknya terdapat 7 lapas. Namun satu di antaranya merupakan Lapas Terbuka di mana para napinya sudah dalam proses asimilasi.

"TPS kita di Nusakambangan itu kan ada 7 lapas, lalu kemudian ada satu lapas terbuka yang penghuninya itu bisa ke sana ke mari, karena masih proses asimilasi dan kita pandang bisa kita ikutkan dalam TPS lainnya," ujarnya.

Dia mengatakan, di Pulau Nusakambangan setidaknya ada sekitar 1.100 warga yang bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2018. Belum lagi ditambah hadirnya para napi pindahan dari lapas Kota Pekalongan yang terendam banjir rob, sehingga hak pilihnya akan dilakukan di Lapas Nusakambangan.

Bertambahnya napi dari Pekalongan tersebut, pihaknya mengaku jika kekurangan surat suara sekitar 60 lembar. Rencananya, kekurangan surat suara akan diakomodir pada saat pemungutan suara besok.

"Jadi ada sekitar kekurangan 60 lembar surat suara. Karena kebetulan untuk daerah situ penambahannya itu yang terdaftar di DPT sekitar 60 orang dan itu akan kita penuhi dari TPS-TPS terdekat yang ada di Nusakambangan," jelasnya.

Sementara untuk pengamanan saat berlangsungnya pemilihan, pihaknya telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan petugas yang ada di masing-masing Lapas. Dalam proses pemungutan suara, petugas lapas akan menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Petugas lapasnya yang jadi KPPS, karena tidak mungkin juga rekrut orang luar. Jadi petugas lapas yang jadi petugas KPPS di masing-masing lapas itu," ujarnya.
(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed