DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 12:38 WIB

Tangkap Pelempar Batu, 3 Polsuska di Purwokerto Dapat Penghargaan

Arbi Anugrah - detikNews
Tangkap Pelempar Batu, 3 Polsuska di Purwokerto Dapat Penghargaan Tiga polsuska menerima penghargaan. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro memberikan penghargaan kepada tiga Polisi Khusus Kereta (Polsuska) Daop 5 Purwokerto. Penghargaan diberikan karena dedikasi mereka mengamankan dan menangkap pelaku pelemparan batu pada kereta.

"Kita memberikan penghargaan, ini bukan kali yang pertama untuk petugas petugas kita yabg memang melakukan terobosan pengamanan, penyelamatan,untuk perjalanan kereta api ini sendiri," kata Edi Sukmoro kepada wartawan di Stasiun Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/6/2018).

Penghargaan terhadap Polsuska tersebut diterima oleh Supervisor Pam Obvit dan Aset Joko Suminto, Katon Polsuska Wilayah C, Kawan Sugiyanto dan Karu 3 Polsuska Wilayah C, Iklas Prasetyo.

Menurut dia, meskipun jumlah kasus pelemparan terhadap kereta sudah turun drastis. Namun demikian pelaku pelemparan masih tetap ada. Maka dari itu, agar perjalanan kereta tetap lancar pengamanan terus dilakukan.

"Kita ketahui meski sudah turun drastis pelemparan masih tetap ada, titik rawan masih aja ada, titik rawan ambles, longsor, banjir masih juga ada dan itu harus dipikir betul agar perjalanan lancar," ucapnya.

Sementara menurut Supervisor Pam Obvit dan Aset Joko Suminto mengatakan jika dirinya bangga bisa mendapatkan penghargaan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Namun demikian penghargaan tersebut akan menjadi pemicu untuk dapat melaksanakan tugas.

"Kami bangga dan itu menjadikan pemicu kami untuk melaksanakan tugas di wilayah Daop 5," katanya.

Dia mengatakan jika sebelum dirinya mengamankan pelaku pelemparan. Pihaknya mendapatkan laporan pada Kamis 21 Juni 2018 sekitar pukul 08.25 WIB telah terjadi pelemparan terhadap KA 215 Serayu Pagi.

"Begitu ada informasi pelemparan kereta kami langsung melaksanakan penyisiran diwilayah terjadinya pelemparan di antara Gandrungmangu sampai Kawunganten," jelasnya.

Saat melaksanakan penyisiran tersebut lanjut dia, Aanggota yang ikut menyisir belum menemukan pelaku, hingga pada pukul 10.48 WIB ada salah satu remaja yang keluar dari rumpun pisang dalam keadaan panik saat ditanyakan.

"Kita tanyakan tapi tidak mengakui dan setelah kita desak ternyata kondisi dia mabuk dan mengaku sudah melempar dua kali saat itu dan dulu sudah pernah melempar dan diakuinya hanya iseng," jelasnya.

Usai mengakui tindakannya, remaja yang diketahui bernama Ilham Ramadhan (17) langsung dibawa ke Polsek Bantarsari untuk diambil tindakan.
(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed