DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 19:25 WIB

Jip Lava Tour Merapi Sementara Tak Operasi 3 Hari

Ristu Hanafi - detikNews
Jip Lava Tour Merapi Sementara Tak Operasi 3 Hari Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta operasional jip wisata lava tour Gunung Merapi disetop sementara untuk evaluasi buntut kecelakaan yang menewaskan satu wisatawan. Ini tanggapan dari Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) terhadap permintaan dari Sultan yang juga Raja Keraton Yogyakarta itu.

"Kita menghormati Sultan, beliau raja, kita rakyat. Kita berinisiatif seluruh operasional jip wisata lava tour ditutup selama 3 hari, Sabtu hari ini sampai Senin," kata Ketua AJWLM Sisi Barat, Dardiri saat ditemui di pos sekretariatnya di Jalan Kaliurang Km 22, Pakem, Sleman, Sabtu (23/6/2018).

Keputusan itu merupakan kesepakatan hasil rapat antara AJWLM Sisi Barat dan Sisi Timur yang terdiri dari 29 komunitas, bersama pihak kepolisian pada Jumat kemarin.

Selama 3 hari ke depan, AJWLM juga melakukan pengawasan di lapangan. Jika ada jip yang nekat beroperasi, maka akan diberi sanksi tegas berupa seluruh armada milik komunitas tersebut dilarang berjalan lagi.

"Sanksi juga sudah diberikan kepada komunitas yang jipnya kecelakaan kemarin. Komunitas itu ada 25 jip, semuanya disanksi tidak boleh jalan sebulan," ungkapnya.

Meski demikian, Dardiri menyebutkan kecelakaan pada Selasa (19/6) lalu berdampak luas tidak hanya bagi komunitas jip wisata lava tour, tapi juga pelaku wisata dan ekonomi lain di kawasan wisata Lereng Merapi.

"Dampak Merapi erupsi kemarin, kita sudah 1,5 bulan off, pedagang juga. Baru operasi sekitar 5 hari, ada insiden ini," sebutnya.

"Sudah banyak pengunjung yang pesan, tapi setelah kami jelaskan mereka paham. Ya mau bagaimana lagi, pasti merugi apalagi sekarang masih libur Lebaran, banyak wisatawan. Tapi tidak apa-apa, ini momen kita berbenah diri, biar semua kedepankan keamanan dan keselamatan. Agar wisatawan juga bisa bercerita yang baik-baik sepulang dari lava tour," sambungnya.

Dardiri melanjutkan hari ini seluruh jip masuk bengkel. Semua melakukan pemeriksaan keamanan kendaraan. Bahkan pemeriksaan sebelumnya sudah dilakukan untuk menyambut libur Lebaran. Hasilnya 90 persen dari total sekitar 800 jip aman dan siap untuk beroperasi.

"Jadi kejadian kemarin itu karena kurang kontrol dari sopirnya, seharusnya sebelum jalan dicek dulu kendaraannya, terutama setir dan rem. Itu sudah SOP kita mulai Januari kemarin, sebelum berangkat, setelah lava tour, dan saat menunggu antrean membawa pengunjung, wajib dicek ulang kendaraannya. Kalau untuk sopir, semuanya sudah terdaftar dan memiliki SIM," terangnya.

"Saya juga menyarankan kepada pengunjung, silakan sebelum menyewa jasa jip wisata lava tour, bisa mengecek kendaraan, tanya ke sopirnya, aman dan laik jalan tidak. Jika tidak bisa minta ganti kendaraan yang lain," imbuhnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed