DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 13:25 WIB

Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran

Ragil Ajiyanto - detikNews
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran Lebaran sapi di Boyolali (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Jika selama ini kita sering mendengar istilah 'lebaran kuda' atau 'lebaran monyet' untuk membuat olok-olok tentang sebuah kemustahilan yang ditunggu-tunggu, namun beda halnya dengan 'lebaran sapi'. Di Boyolali, warga menggelar khusus lebaran atau bakdan sapi.

Ada yang unik dalam tradisi syawalan di sebuah pedesaan di Boyolali ini. Sebuah tradisi yang oleh warga setempat juga disebut bakdan sapi. Hal tersebut merupakan ekspresi kearifan warga setempat untuk mensyukuri anugerah berupa hewan piaraan yang hasil susunya secara turun temurun menjadi sumber pendapatan utama di daerah tersebut.
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran(Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, ini mengarak hewan ternak sapinya keliling kampung. Sapi-sapi itu juga dikalungi ketupat, sebagai simbol lebaran. Tradisi ini pun menjadi tontotan warga. Semua bergembira, suasana semakin meriah.

Tradisi ini sebagai penutup perayaan lebaran pada sepekan setelah lebaran, bertepatan dengan kupatan. "Tradisi tinggalan dari nenek moyang ini terus kami budayakan dan lestarikan," kata sesepuh dukuh setempat, Hadi Sutarno, di sela-sela kegiatan bakdan sapi, Jumat (22/6/2018).
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran(Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Tradisi ini diawali dengan kenduri menggunakan ketupat berikut sayur dan lauknya. Ratusan warga dari 4 RT di Dukuh Mlambong, Rejosari dan Gedongsari mengikuti kenduri yang digelar di jalan dukuh setempat.
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran(Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Setelah kenduri, warga kemudian membawa sapi-sapinya keliling kampung. Banyaknya sapi yang dibawa, sehingga jalan di kampung itu seakan dipenuhi sapi. Selain sapi, ada pula kambing. Sebagian besar sapi yang dipelihara warga adalah sapi perah. Mereka me yakini pada hari itu Kanjeng Nabi Sulaiman memeriksa hewan-hewan piaraan dan mendoakannya.
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran(Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Sebuah gunungan besar ketupat dan sayuran hasil bumi ikut diarak, dimeriahkan kesenian tradisional. Warga yang menghias hewan-hewan piaraannya. Selain dikalungi ketupat, ada pula sapi yang dicat warna warni.

"Ini wujud syukur kami kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan melalui ternak sapi. Selain itu juga sekaligus memohon kepada Tuhan agar hewan-hewan ternak kami beranak pinak dan dijauhkan dari penyakit. Khususnya untuk sapi perah semakin banyak menghasilkan susu untuk menopang kehidupan warga," kata Hadi Sutarno.
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran(Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Tradisi arak-arakan sapi di sebuah desa di lereng Gunung Merapi sisi timur tersebut kini tak lagi menjadi bagian dari kemeriahan warga kampung setempat. Warga dari banyak daerah juga berdatangan untuk menyaksikan tradisi unik itu.
Di Boyolali, Bahkan Sapi juga Punya Hari Khusus Berlebaran(Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)


Saksikan juga video 'Kelahiran Sapi Berkepala Dua Hebohkan Warga Rembang':

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed