DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 18:20 WIB

Pensiunan Ini Mudik Jakarta-Solo Naik Sepeda Onthel

Eko Susanto - detikNews
Pensiunan Ini Mudik Jakarta-Solo Naik Sepeda Onthel Wibowo dengan sepedanya. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Berbagai cara dilakukan pemudik untuk sampai kampung halamannya. Salah satunya dilakukan Wibowo (63), yang mudik dari Jakarta-Solo dengan naik sepeda onthel.

Pada, Rabu (14/6/2018), sekitar pukul 15.30 WIB, detikcom bertemu dengan seorang pensiunan salah satu bank milik pemerintah saat melintas di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dia tengah mengayuh sepeda onthel melintas di jalan yang menanjak. Tak lama kemudian, ia berhenti di pinggir jalan untuk istirahat.

Di sepeda bagian depan dan belakang dipasang tulisan 'JKT-SLO, 9-6-2018'. Sedangkan di bagian belakang ditambah dengan bendera Merah Putih, serta tas dan matras.

"Saya start dari Jakarta pada Sabtu (9/6/2018), sekitar pukul 12.15 WIB. Semalam sempat bertemu dengan teman-teman di Masjid Agung Semarang, terus tadi baru melanjutkan perjalanan. Pokoknya, nanti malam sudah sampai Solo," kata Wibowo di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (14/6/2018).

Lebih lanjut Wibowo menceritakan, pulang dari Jakarta-Solo naik sepeda onthel kali ini adalah yang kali ketiga kalinya. Pertama, pada tahun 2010, kedua pada 2015 dan ketiga, tahun ini. Sedangkan anak dan istrinya akan menyusul naik kendaraan bermotor.

"Mudik ini selain bertemu dengan saudara, kami ingin nyekar. Ini yang ketiga kalinya. Kalau sekarang secara umum lancar dan hampir tidak menemui hambatan," tuturnya yang juga mengaku pernah mendaki Gunung Everest.

Pakde Bowo,begitu panggilan akrabnya, mengakui, sebelum memasuki kawasan Alas Roban Batang, yang kondisi jalannnya menanjak dan berbelok-belok lebih sering menuntun sepedanya. Sedangkan kondisi jalan menurun baru menaiki sepedanya.

"Sebelum Alas Roban (Batang) yang jalannya menanjak dan berbelok-belok, saya lebih banyak menuntun sepeda," kata bapak dua putra ini.

Ia mengaku, saat beristirahat lebih banyak di posko mudik maupun Pospam yang berada di pinggir jalan. Bahkan, saat singgah di beberapa kota yang dilewati, Pakde Bowo selalu disambut teman-temannya yang tergabung dalam komunitas backpacker Indonesia, termasuk saat sampai di Kota Semarang.

"Semalam bertemu dengan teman-teman backpacker di Semarang. Ini malah dikasih oleh-oleh kaus," ujar Pakde Bowo, seraya memperlihatkan kaus yang dikenakan bergambar Lawang Sewu.

Adapun tas yang dibawa tersebut berisi pakaian untuk dan perbekalan lainnya. Tak ketinggalan pula membawa beberapa peralatan untuk memberbaiki sepeda jika mengalami kerusakan di jalan.

"Ya, bawa sejumlah pakaian dan ini ada kunci-kunci untuk memperbaiki kalau mengalami kerusakan di jalan," ujar ayah dari Molen (29) serta Rara (24), tersebut.

Pakde Bowo, mesti ini telah kali ketiga mudik naik sepeda onthel, istrinya, Tutik (51), sempat khawatir juga karena harus menempuh perjalanan sekitar 600-an kilometer.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed