Sulitnya Petani Boyolali Bersihkan Abu Merapi dari Tanamannya

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 03 Jun 2018 16:38 WIB
Warga Selo membersihkan abu Merapi di tanaman (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Sebagian warga di Selo, Boyolali mulai membersihkan tanaman pertaniannya yang terkena hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi. Hal itu dilakukan dengan harapan tanamannya tidak rusak dan dapat tumbuh subur lagi.

Hanya saja, untuk membersihkan abu tersebut ternyata tidak mudah. Seperti yang dilakukan Tentrem (50) warga Dukuh Klakah Duwur, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Dia kesulitan membersihkan abu yang menempel pada tanaman cabenya dengan cara disemprot menggunakan air.

"Ini mau saya obat, tapi saya bersihkan dulu abunya (dengan disemprot air). Tapi ternyata susah," kata Tentrem ditemui di ladangnya Minggu (3/6/2018).

Air yang disemprotkan ke tanaman sayuran tersebut ternyata tidak bisa membersihkan seluruh abu yang menempel. Memang sudah terlihat agak bersih, namun masih ada abu yang menempel. "Ya, lumayan bisa lebih bersih," ujar Tentrem.

Sulitnya Petani Boyolali Bersihkan Abu Merapi dari TanamannyaKetebalan abu yang menempel di daun tembakau (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Dia pun berharap turun hujan agar abu yang menempel pada tanaman dan atap genteng rumah bisa segera hilang. Karena tanaman yang terkena hujan abu tersebut, menjadi rusak dan dikhawatirkan bisa gagal panen.

"Itu pupusnya geseng-geseng (gosong), mungkin karena (abunya) panas," imbuh dia.

Yatno (49) warga Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, mengaku was-was tanaman tembakau dan cabenya mati karena abu vulkanik dari erupsi Merapi tersebut. Dia pun membersihkan abu di tanamannya tersebut dengan cara digepyok menggunakan bambu kecil.

Setelah tanaman bergoyang akibat gepyokan diharapka abu yang menempel bisa rontok. Namun usaha itu juga tidak bisa meluruhkan semua abu yang menempel di tanaman bisa bersih.
Sulitnya Petani Boyolali Bersihkan Abu Merapi dari TanamannyaSeluruh abu tak luruh hanya dengan semprotan air (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Sementara terpisah Camat Selo, Jarot Purnomo, mengatakan hampir seluruh lahan pertanian di wilayah Kecamatan Selo terkena hujan abu pada erupsi Jumat (1/6) pagi lalu. Dia pun mengaku belum mendata resmi tingkat kerusakan tanaman dan luas arealnya.

"Lahan pertanian yang terkena abu, hampir semua kena. Mudah-mudahan cepat ada hujan, sehingga masyarakat tidak terdampak terlalu jauh. Kalau ada hujan, penyebaran abunya juga akan berkurang. Kerusakan yang dikawatirkan masyarakat terutama tanaman tembakau. Jika turun hujan sehingga abu-abu yang ada di tanaman juga bisa hilang," katanya.

Lebih lanjut, Jarot mengimbau tetap meningkatkan kewaspadaannya. Kendaraan yang dimiliki masyarakat baik mobil dan sepeda motor diimbau pada posisi mengarah ke jalan. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi dan harus segera mengungsi, bisa segera meninggalkan rumahnya.

"Biarpun kondisi Merapi saat ini tidak begitu kelihatan aktif, tetapi kan waspada itu tetap. Masyarakat biarpun tetap beraktivitas seperti biasa, tetapi mohon untuk senantiasa waspada, karena sewaktu-waktu Merapi ini juga bisa membahayakan. Tanpa ada tanda-tanda, kenyataan akhir-akhir ini kan tahu-tahu langsung ada letusan," imbau Jarot. (mbr/mbr)