DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 11:30 WIB

Skenario Evakuasi Napi Lapas Narkotika Yogya jika Merapi Erupsi

Ristu Hanafi - detikNews
Skenario Evakuasi Napi Lapas Narkotika Yogya jika Merapi Erupsi Simulasi evakuasi napi di Lapas Narkotika Yogyakarta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta siap mengevakuasi warga binaannya jiwa sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi magmatik Gunung Merapi. Lapas yang berada di Jalan Kaliurang Km 17, Pakem, Kabupaten Sleman tersebut terdampak erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu.

"Kita antisipasi sejak dini bahwa penyelamatan nyawa itu sangat penting, warga binaan maupun petugas. Juga alat, objek, dan dokumen vital. Apabila sewaktu-waktu terjadi bencana Merapi kita bisa mengamankan semuanya, ini belajar dari tahun 2010 kita juga mengungsi," kata Kepala Lapas Narkotika Yogya, Erwedi Supriyatno di sela-sela pelaksanaan simulasi bencana erupsi Merapi di Lapas Narkotika Yogya, Senin (28/5/2018).

Erwedi mengaku tahun 2010 seluruh warga binaan Lapas Narkotika Yogya dievakuasi ke Lapas Wirogunan dan Wonosari karena ada perintah dari BPBD untuk pengosongan akibat dampak erupsi Merapi. Jarak Lapas Narkotika Yogya dengan puncak Merapi sekitar 15 kilometer. Namun saat itu radius bahaya ditetapkan sejauh lebih dari 17 kilometer dari puncak Merapi.

Saat ini Lapas berkapasitas sekitar 500 orang tersebut dihuni sebanyak 302 orang terdiri dari 258 narapidana dan 44 orang tahanan titipan. Sementara jumlah petugas Lapas sekitar 130 orang.

Dalam simulasi ini, Lapas menjajal kesiapan para petugas dan warga binaan. Dimulai dari mengetes bunyi sirine dan pengeras suara, jalur evakuasi di dalam Lapas, titik kumpul, dan kendaraan untuk evakuasi ke luar Lapas. Untuk kendaraan evakuasi, Erwedi mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejari Sleman dan Kota Yogya, Brimob Polda DIY dan TNI.

Simulasi evakuasi napi di Lapas Narkotika Yogyakarta.Simulasi evakuasi napi di Lapas Narkotika Yogyakarta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom

"Kita siapkan borgol renteng, sesuai prosedur saat warga binaan dievakuasi naik kendaraan sampai lokasi aman, kita borgol renteng tangannya. Lalu untuk kendaraan, instansi yang kita ajak koordinasi bisa bantu berapa kendaraan, nanti warga binaan kita bagi jadi berapa kloter, kalau ada 5 truk sekali berangkat bisa," paparnya.

Tak hanya itu, Lapas juga telah membentuk Tim Tanggap Darurat. Tim ini bertugas menjalankan proses evakuasi, pengamanan warga binaan, dan pengamanan aset milik Lapas. Selain evakuasi dari bencana, Erwedi menegaskan aspek hati-hati dan keamanan warga binaan juga menjadi prioritas utama.

"Warga binaan saat dievakuasi nanti dibawa kemana, kita tunggu petunjuk dari Kanwil (Kemenkumham DIY) untuk tempat yang dituju. Kalau 2010 ke Wirogunan dan Wonosari, tapi nanti juga menyesuaikan kondisi di lapangan seperti apa. Yang penting kita sudah bersiap," imbuhnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed