DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 21:33 WIB

Ini Antisipasi Jawa Tengah Hadapi Ancaman Teror Jelang Lebaran

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Ini Antisipasi Jawa Tengah Hadapi Ancaman Teror Jelang Lebaran Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Semarang - Ancaman dan gangguan terorisme menjadi kewaspadaan dalam menjelang Idul Fitri 1439 hijriah. Stake holder terkait antara lain Pemprov, Kepolisian, dan TNI berkumpul untuk membahas langkah antisipasi dandeklarasi antiradikal.

Hal itu digelar dalam rapat Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Condro Kirono, menjadi salah satu pembicara, ia mengatakan Polri tidak bisa bergerak sendiri untuk menangkal terorisme. Maka Condro setuju jika siskamling kembali ditegakkan.

"Jangan sampai kita kaget tiba-tiba tetangga ada penangkapan. Ayo lebih peduli," kata Condro, Jumat (25/5/2018).

Dari catatan kepolisian, setiap tahun sejak tahun 2014 memang ada aksi berkaitan dengan terorisme yaitu pada 12 Mei 2014 teror bom di pos lantas Kartasura namun tidak meledak. Kemudian 29 September 2015 penemuan tas berisi bom rakitan di jembatan rel ganda di Mojo, Sukoharjo.

Tahun 2016 ada 3 kejadian yaitu 5 Juli berupa bom bunuh diri di halaman Mapolresta Surakarta, 5 November ledakan di depan Alfamart Serengan, Surakarta, dan 3 Desember pelemparan bom molotov di halaman Candi Resto.

Pada tahun 2017 ada penyerangan di Polres Banyumas pada 11 April, kemudian 5 Juli ada teror bom di kantor KUA Kecamatan Sidareja, Cilacap, dan 2 Oktober ledakan di rumah Hajah Kartimah, Dusun Jlamprang Kulon, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

"2018 tidak ada kejadian teror, hanya dilakukan penangkapan terduga teroris di Temanggung, Banyumas dan Solo Raya," tandasnya.

Catatan terkait indikasi jaringan terorisme di wilayah Jawa Tengah memang ada cukup banyak. Dari peristiwa yang sudah ada setidaknya 334 pelaku terorisme berasal dari Jawa Tengah.

"Perlu deteksi dini dari RT, RW, Babinsa, Babinkamtibmas. Kita lakukan upaya deradikalisasi yang humanis, jalin komunikasi dan sentuh akar rumput," pungkas Condro.

Selain deteksi dini, berbagai upaya sudah dilakukan untuk deradikalisasi. Condro mencontohkan adanya upaya pembinaan kepada istri teroris baik yang suaminya tewas atau ditahan.

"Di Sukoharjo ada yayasan melakukan pendekatan dan pembinaan kepada istri yang suaminya yang ditahan atau meninggal," pungkasnya.

Dalam pengamanan menjelang Lebaran, Polda Jateng mengerahkan personelnya mulai untuk pengamanan kamtibmas, mengatur lalu lintas, hingga memantau harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi kecurangan.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed