DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 16:39 WIB

Merampok, 6 Pemuda Asal Yogya Dibekuk Polres Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Merampok, 6 Pemuda Asal Yogya Dibekuk Polres Boyolali Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Polres Boyolali menangkap pelaku perampokan bersenjata tajam. Dalam aksinya, pelaku yang berjumlah 6 orang asal Yogyakarta tersebut tak segan melukai korbannya.

Dari enam pelaku tersebut, 5 orang kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Boyolali dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu pelaku saat ini menjalani proses hukum di Polda DIY.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, para tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan di kios potong rambut Madura milik Bahrowi (22), di Dukuh Jrakah, Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Boyolali.

"Dalam aksinya, para pelaku datang dan pura-pura tanya arah jalan. Kemudian meminta rokok dan membentak minta uang. Pelaku juga membacok korban menggunakan senjata tajam," jelas Aries Andhi dalam keterangan pers di Mapolres, Jumat (25/5/2018).

Para tersangka yakni, Wahyu Budi Suharto (21), Muhammad Dafa Riskulloh (19), Bantok Dolano (23), Avril Nanda Pangestu (21) dan Rifki Fajar Yunanto (20). Kelima pelaku adalah warga Kampung Gowok, Kelurahan Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Satu tersangka lagi yakni Dimas Priya Hutama (20) warga Kampung Wonocatur, Banguntapan, Bantul, DIY.

Lima tersangka yang ditahan di Mapolres Boyolali yakni Wahyu Budi Suharto, Bantok Dolano, Avril Nanda Pangestu, Rifki Fajar Yunanto dan Dimas Priya Hutama. Sedangkan Muhammad Dafa Riskulloh, saat ini menjalani proses hukum di Polda DIY.

"Mereka berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Teras bersama Tim Sapu Jagad Resmob Boyolali, di Yogyakarta," ujarnya.

Mereka dibekuk petugas Polres Boyolali pada Kamis (24/5/2018). Aksi perampokan yang dilakukan sekelompok pemuda asal Yogyakarta itu terjadi pada 13 Arpil 2018 lalu. Dalam aksinya, komplotan ini pun berbagi peran. Seperti tersangka Wahyu dan Muhammad Dafa berperan eksekutor yaitu yang masuk ke kios potong rambut milik korban, kemudian merampas dan membacok korban.

Kemudian tersangka Dimas Putra Hutama dan Bantok Dolano berjaga di depan pintu masuk kios. Sedangkan tersangka Avril dan Rifki, mengawasi di jalan dan bersiap diatas sepeda motor.

Kejadia bermula ketika korban bersama sejumlah saksi yakni Rohim (31), Anung Wahyu (19) dan Ilham (17), sedang ngobrol di kios potong rambut tersebut hingga larut malam. Sekitar pukul 02.30 WIB, datang para tersangka yang mengendarai tiga sepeda motor dan berhenti di depan kios. Dua orang tersangka masuk kios, dua lagi di depan pintu dan dua lainnya tetap di sepeda motor.

Dua pelaku yang masuk kios pura-pura tanya arah jalan menuju Yogyakarta. Setelah itu mereka meminta rokok. Namun setelah diberi rokok, mereka membentak dan meminta uang. Tak mau ribut-ribut, korban dan saksi kemudian memberinya uang.

Setelah diberi uang, tersangka mengeluarkan pedang untuk mengancam korban dan meminta 2 telepon seluler yang dipegang para saksi. Selanjutnya, tersangka membacok korban yang sedang tiduran di kursi panjang. Tak cukup itu saja, sembari kabur, mereka juga mengambil botol bekas saos dan dilemparkan ke kios.

"Korban menderita luka bacok di kepala, wajah dan punggung tangannya," jelas Aries.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya tersebut. Kejadian itu juga segera dilaporkan ke Polsek Teras. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan.

"Kami juga dapat informasi bahwa di wilayah hukum Polres Klaten sering terjadi terjadi kasus pembacokan tanpa sebab oleh seorang remaja yang mengendarai motor matik," lanjut Aries.

Informasi itu terus dikembangkan dan akhirnya para tersangka berhasil dibekuk.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed