DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 12:30 WIB

Viral Pria Minta Maaf karena Hina Ustaz Somad, Begini Ceritanya

Ristu Hanafi - detikNews
Viral Pria Minta Maaf karena Hina Ustaz Somad, Begini Ceritanya Rudi Lan saat menyampaikan permintaan maaf di Polsek Sewon, Bantul. Foto: Screenshot instagram mualafcenteryogyakarta
Yogyakarta - Akun instagram mualafcenteryogyakarta mengunggah video berisi permohonan maaf seorang pria bernama Rudi Lan. Dalam postingan yang diunggah 9 jam lalu itu, pria tersebut menyampaikan permohonan maaf karena telah menghina Ustaz Abdul Somad.

"Kepada Pak Ustaz Somad, berilah pintu maaf buat saya, karena saya sangat menyesal atas perbuatan saya.... jadi saya memohon maaf sekali lagi dan menyesal atas segala perbuatan saya. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi apapun di medsos memposting hal yang bikin rakyat dan umat Islam marah," kata pria tersebut, ketika detikcom melihat video postingan mualafcenteryogyakarta pada Kamis (24/5/2018) pukul 11.51 WIB.

Terlihat pria itu menyampaikan permohonan maaf di depan kantor polisi, dengan didampingi sejumlah anggota polisi dan beberapa pria.

Dalam keterangan di postingan instagram mualafcenteryogyakarta tertulis :

Alhamdulillah penghina Ust @ustadzabdulsomad tertangkap di Kota Jogja.

Beliau Bapak Rudi Lan yang mengatakan dalam halaman Facebook nya dengan ujaran kebencian ditujukan pada Ayahanda kita Ust @ustadzabdulsomad dengan perkataan "Alhamdulillah Ibl** ini tidak masuk dalam salah satu 200 mubalik menteri agama".

Dalam keterangan selanjutnya berisi penjelasan bahwa Rudi Lan berhasil ditemukan tempat tinggalnya oleh tim dari mualafcenteryogyakarta dan diserahkan ke Polsek Sewon Bantul untuk klarifikasi. Postingan video ini telah dilihat 2.775 kali dan mendapat 55 komentar.

Detikcom meminta konfirmasi terkait video tersebut kepada Polda DIY. Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto. Yuliyanto peristiwa dalam rekaman video itu terjadi di Bantu, DIY.

"Rudi Lan rumahnya di Yogya, datang ke Polsek Sewon bersama dengan anaknya, kemudian sekitar setengah jam datang warga. Selanjutnya bermusyawarah atas postingan saudara Rudi di FB yang menyangkut Ustaz Abdul Somad. Musyawarah selesai dan Pak Rudi minta maaf, warga memaafkan," jelas Yuliyanto saa dihubungi detikcom.

Apakah kasus ini berhenti begitu saja ketika Rudi menyampaikan permohonan maaf? Yuliyanto mengaku saat ini polisi masih mengkaji apakah postingan Rudi melalui akun media sosialnya itu masuk unsur pidana yang diatur dalam UU ITE atau tidak.

"Baru dikaji, apa masuk unsur atau tidak," kata Yulianto.

"Kalau misal itu pencemaran nama baik, maka orang yangg merasa dicemarkan yang mesti buat laporan polisi," imbuhnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed