BPBD Minta Pemkab Terdampak Merapi Siapkan Kandang Komunal

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 24 Mei 2018 12:01 WIB
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Klaten - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah meminta tiga kabupaten di sekitar Gunung Merapi menyiapkan kandang komunal. Tiga kabupaten itu ialah Boyolali, Magelang dan Klaten.

Kandang nantinya digunakan sebagai tempat pengungsian bagi hewan ternak jika nantinya terjadi erupsi yang mengharuskan warga dievakuasi dari rumahnya. Sebab warga yang tinggal di lereng Merapi dari 3 kabupaten itu banyak yang memelihar hewan ternak seperti sapi dan kambing.

"Jadi kalau bisa evakuasi warga nantinya sekaligus sama hewan ternaknya. Ini penting, karena sapi adalah harta mereka untuk masa depan keluarga," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana saat ditemui di PMI Klaten, Kamis (24/5/2018).

Menilik erupsi Merapi pada 2010 lalu, banyak warga yang nekat kembali ke rumahnya untuk mengecek kondisi hewan ternaknya. Padahal, rumah mereka berada di lokasi berbahaya.

"Akan jadi sulit kalau hewan mereka tidak dievakusi, mereka pasti akan naik turun. Ini akan menabrak rambu-rambu," ujarnya.


Dia mengaku akan membutuhkan banyak kendaraan pengangkut jika hewan ternak harus turut dievakuasi. Dia pun mengajak para pengusaha yang memiliki truk, seperti Galian C, untuk turut membantu evakuasi.

"Apalagi kalau nanti evakuasi sapi yang besar-besar. Pengusaha harus mau membantu, ada undang-undangnya kok. Pengusaha harus menyisihkan keuntungan untuk CSR," ungkap Sarwa.

Sarwa meminta jajaran pemkab untuk sekaligus menyiapkan titik evakuasi, baik untuk warga maupun hewan ternak, di luar radius 10 km. Titik tersebut dinilai aman.


"Harapan saya kalau bisa dikeluarkan itu sudah sekalian 10 km, paling aman. Jangan terlalu spekulasi lah, nanti itu yang membuat gagap," katanya.

Namun saat ini, lanjut Sarwa, kondisi Merapi masih kondusif. Dia meminta warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Laporan yang masuk tadi, yang terdampak abu terus bergerak ke barat. Magelang tidak sampai mengganggu transportasi darat. Aktivitas normal semua," ujar dia. (bgs/bgs)