Uniknya Masjid Soko Tunggal Yogya, Hanya Punya 1 Tiang Penyangga

Edzan Raharjo - detikNews
Jumat, 18 Mei 2018 09:03 WIB
Masjid Soko Tunggal, Yogyakarta. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Masjid-masjid masa lampau yang dibangun di wilayah Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat banyak memiliki keunikan dan nilai filosofis. Salah satu di antaranya adalah masjid Keraton "Soko Tunggal" dengan arsitektur unik dan penuh nilai filosfis yang hanya memilki satu tiang penyangga utama dari kayu.

Masjid Keraton "Soko Tunggal" terletak di depan pintu masuk obyek wisata Taman Sari, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton di kawasan Njeron Beteng Keraton Yogyakarta. Di dinding masjid terdapat prasasti bertuliskan; Masjid "Soko Tunggal" diresmikan pada hari Rabu Pon tanggal 28 Pebruari 1973 oleh; SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX, selesai dibangun pada hari Jumat Pon tanggal 21 Rajab TH. BE Sinengkalan "Hanembah Trus Gunaning Janmo" 1392 H atau 1 Setember Sinengkalan "Nayono Resi Anggorto Gusti" 1972 M.

Salah seorang pengurus takmir masjid keraton "Soko Tunggal" Yogyakarta, Sugeng Purnomo (60) mengatakan masjid ini memilki keistimewaan di antaranya tiang penyangga utama hanya ada satu batang dari kayu jati. Adanya batu umpak dari zaman Sultan Agung Hanyokrokusumo. Masjid "Soko Tunggal" ini dibangun juga tidak menggunakan paku.

"Batu umpak bekas Kraton Sultan Agung itu dibawa dari Kraton Pleret. Dulu bawanya dari Pleret ke sini dinaikkan gerobak yang ditarik sapi. Dulu dinaikkan mobil nggak kuat malahan, anehnya ditarik gerobak sapi malah kuat," kata Sugeng Purnomo di masjid "Soko Tunggal" Yogyakarta, Kamis (17/5/2018).

Pada atas batang soko guru terdapat 4 batang sehingga berjumlah 5 yang menyimbolkan Pancasila. Memasuki masjid ini juga disuguhi ukiran-ukiran yang memilki banyak simbol serta menambah keindahan masjid.

Satu tiang penyangga yang dimiliki Masjid Soko Tunggal, Yogyakarta.Satu tiang penyangga yang dimiliki Masjid Soko Tunggal, Yogyakarta. Foto: Edzan Raharjo/detikcom

"Kayu-kayunya jati asli, semuanya tetap dipertahankan keaslianya. Bangunan baru dibangun di sisi selatan sama di depan,"katanya.

Prasasti Masjid Soko Tunggal, Yogyakarta.Prasasti Masjid Soko Tunggal, Yogyakarta. Foto: Edzan Raharjo/detikcom


Dulunya, lahan untuk masjid ini seperempatnya adalah makam. Kemudian Sri Sultan HB IX memerintahkan untuk dibangun masjid. Saat itu kondisi lingkungan masih banyak pohon-pohonan rindang dan lampu listrik baru ada beberapa saja.

Masjid ini selalu ramai dkunjungi baik warga sekitar maupun wisatawan. Apalagi tempatnya berada di komplek wisata Taman Sari yang selalu ramai dikunjungi. (sip/sip)