Pendiri Masjid Tiban Jatisalam Purworejo yang Masih Misterius

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 18 Mei 2018 08:43 WIB
Masjid Tiban Jatisalam, Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Sebuah masjid tiban di Purworejo, Jawa Tengah memiliki umur lebih dari 5 abad. Lalu, keunikan apa yang pada masjid itu?

Masjid tiban Jatisalam yang terletak di Dusun Jatisalam, RT 04/ RW 07, Desa Semawung, Kecamatan Purworejo itu diperkirakan sudah ada sejak tahun 1478 Masehi. Hingga kini tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali membangun masjid itu, itu lah kenapa masjid tersebut dinamakan masjid tiban.

Tiban sendiri berasal dari bahasa jawa tibo/tiba yang artinya jatuh. Secara harfiah, makna tiban bisa diartikan sesuatu yang jatuh dari langit atau tiba-tiba ada tanpa diketahui siapa yang membuatnya.

Menurut cerita, masjid tiban Jatisalam pertama kali diurus dan dijaga oleh seorang kiai yang bernama Raden Abdul Rakub yang merupakan keturunan Pakubuwono 1. Hingga kini masjid yang berada di wilayah perdikan Yogyakarta pada zaman dahulu itu masih berdiri kokoh dan digunakan untuk tempat beribadah warga setempat sehari-harinya.

Pendiri Masjid Tiban Jatisalam Purworejo yang Masih MisteriusTiang utama masjid yang terbuat dari kayu jati. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Namanya masjid tiban, pastinya tidak ada yang tahu kapan dibangun. Tapi yang jelas pada tahun 1478 masjid itu sudah ada. Dulu kiainya Raden Abdul Rakub yang juga keturunan Kanjeng Susuhunan Pakubuwono pertama. Bahkan konon ceritanya Pangeran Diponegoro juga pernah mampir ke sini," kata pengelola masjid yang juga sejarawan, Sumaryono (51) ketika ditemui detikcom di masjid tiban Jatisalam, Kamis (17/5/2018).

Meski sudah beberapa kali direnovasi, bangunan dalam masjid hingga kini masih dipertahankan keasliannya. Tiang utama atau soko yang terdiri dari 4 buah kayu jati bulat masih berdiri kokoh di tengah-tengah ruang utama.

Pendiri Masjid Tiban Jatisalam Purworejo yang Masih MisteriusPadasan 5 yang merupakan ikon masjid. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom


"Ukiran di langit-langit itu juga masih asli, selain itu juga ada mimbar dan bedug yang masih asli. Tapi bedugnya disimpan dan tidak digunakan lagi biar nggak rusak," imbuhnya.

Keaslian lain yang sekaligus menjadi ikon unik di masjid itu adalah tempat wudlu yang terbuat dari tanah liat yang disebut dengan Padasan Limo. Padasan Limo atau tempat wudlu yang berjumlah 5 itu hingga sekarang masih ada dan digunakan untuk berwudlu. Padasan yang berjumlah 5 itu juga melambangkan rukun Islam.

Tidak hanya itu, keberadaan sumur di samping padasan yang airnya digunakan untuk berwudlu juga dipercaya memiliki khasiat tersendiri. Bahkan air sumur itu tidak pernah kering meskipun saat kemarau panjang.

Pendiri Masjid Tiban Jatisalam Purworejo yang Masih MisteriusBedug pertama asli peninggalan yang masih tersimpan. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Air sumurnya sangat jernih dan tidak pernah kering walaupun musim kemarau. Warga sekitar percaya, bagi siapa saja yang membasuh muka (wudlu) di padasan 5 dengan air sumur itu maka akan awet muda, dan yang meminumnya sambil berdoa maka akan hilang segala penyakitnya," urainya.

Setiap hari masjid ini selalu ramai digunakan untuk beribadah terutama saat bulan suci Ramadhan tiba. Setiap sore, lantunan ayat-ayat suci Al-quran terdengar dari serambi masjid. Malam harinya, masjid juga sesak dipenuhi para jamaah salat tarawih.

"Halamannya sering buat bermain anak-anak. Kalau pas Ramadhan ya semakin ramai, anak-anak setiap sore ngaji dan dulanjutkan buka bersama, malamnya buat tarawih dan tadarus," pungkas Sumaryono. (sip/sip)