DetikNews
Kamis 17 Mei 2018, 12:13 WIB

Mengintip Prasasti Masjid Menara Kudus yang Konon dari Palestina

Akrom Hazami - detikNews
Mengintip Prasasti Masjid Menara Kudus yang Konon dari Palestina Masjid Menara Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Salah satu masjid tertua di Kabupaten Kudus adalah Masjid al-Aqsha, atau akrab disebut Masjid Menara Kudus. Sebuah prasasti yang konon datang dari Palestina menceritakan sejarah masjid ini.

Prasasti yang berisi tulisan Arab ini menyebutkan bahwa masjid ini berumur 469 tahun tepat pada Jumat Legi, 19 Rajab 1439 H atau 5 April 2018.

Prasasti di Masjid Menara Kudus. Prasasti di Masjid Menara Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Denny Nur Hakim Staf Dokumentasi dan Sejarah Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan, ada empat hal penting dari prasasti itu.

Yang pertama, tertulis pemberi nama al-Aqsha untuk masjid itu adalah Sunan Kudus.

"Kedua tempat masjid itu yakni Al-Quds yang kini dikenal dengan Kudus. Ketiga tanggal berdirinya masjid yakni 19 Rajab 956 Hijriyah atau 23 Agustus 1549 Masehi. Terakhir, nama pendirinya Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus," beber Denny pada Detikcom di Kudus, Kamis (17/5/2018).

Hal itu tercetak dalam sebuah prasasti yang berbentuk kotak bertuliskan Arab. Saat ini prasasti itu dipasang di atas mihrab masjid.

Mengintip Isi Prasasti di Menara Kudus yang Konon dari PalestinaPrasasti dipasang di atas mihrab masjid. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Pembacaan terhadap prasasti tersebut dilakukan sebanyak dua kali. Pertama pada sekitar tahun 1980an yang melibatkan arkeolog. Kemudian dilakukan lagi pada tahun 2011 yang melibatkan arkeolog, Ahli Khot, Ahli Falaq serta tokoh masyarakat setempat.

Dari upaya pembacaan yang kedua diketahui bahwa Masjid Menara selesai dibangun pada 19 Rajab. Angka itu tidak muncul pada pembacaan pertama kali. Maka sejak ada temuan tersebut, ada peringatan pada 19 Rajab setiap tahunnya.

Masjid Menara Kudus. Masjid Menara Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

"Sedangkan bangunan masjid tiga kali mengalami perluasan. Pertama di tahun 1918-1919, tahun 1927 dan 1933. Sementara itu pada tahun 1950an, atap masjid tersebut ditinggikan," imbuhnya.

Perluasan tersebut dilakukan dengan menjadikan gapura pintu masuk masjid, kini berada di bagian dalam ruang salat. Sementara gapura masjid yang dulu terpasang di serambi telah tiada.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed