DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 16:28 WIB

Jelang Ramadan, Ramai-ramai Warga Boyolali Padusan di Umbul

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jelang Ramadan, Ramai-ramai Warga Boyolali Padusan di Umbul Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Sejumlah umbul atau pemandian di Boyolali dipadati warga yang ingin mengikuti padusan. Sebuah tradisi untuk menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan.

Dari pantauan detikcom, ribuan warga mendatangi kompleks wisata Umbul Pengging, yaitu di Umbul Tirtomarto dan Umbul Sungsang. Baik anak kecil, remaja hingga orang dewasa mandi di beberapa kolam pemandian.

"Kami datang sekeluarga untuk padusan menjelang puasa Bulan Ramadan yang akan dimulai besok," kata Taufik, salah seorang pengunjung saat ditemui di Umbul Sungsang, Pengging, Banyudono, Boyolali Rabu (16/5/2018).

Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali.Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Menurut dia, makna padusan yakni untuk menyucikan diri baik lahir maupun batin sebelum menjalankan puasa Bulan Ramadan. Yaitu dengan mandi untuk membersihkan badan kita.

Di objek wisata Umbul Pengging terdapat tiga lokasi yang menjadi tujuan warga menggelar padusan. Yaitu, di kompleks Umbul Tirto Marto dan Umbul Sungsang. Selain itu juga ada Umbul Sewu yang dikelola pihak swasta.

Di kompleks Umbul Tirto Marto, terdapat beberapa kolam pemandian yang dulunya sering digunakan Raja dan keluarga Raja Keraton Surakarta mandi, pada masa Raja PB X. Yaitu Umbul Ngabean atau Siraman Ndalem, Umbul Dudo dan Umbul Nganten.

Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali.Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Pembukaan tradisi padusan di komplek Umbul Tirto Marto dilakukan Pemkab Boyolali pada Selasa (15/5). Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat, membuka langsung tradisi padusan tersebut dengan secara simbolis menyiramkan air kembang kepada Duta Wisata atau Mas dan Mbak Boyolali.

Bahkan untuk menarik pengunjung, di Umbul Tirto Marto dan Umbul Sungsang, digelar pertunjukan musik dangdut.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, mengatakan padusan merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun dan terus dilestarikan hingga saat ini.

Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali.Warga padusan di Umbul Sungsang, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Selain di Pengging, padusan juga digelar di objek wisata Umbul Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota. Serta di Umbul Tirto Mulyo, Kecamatan Sawit.

Padusan juga digelar warga secara mandiri, khususnya desa yang memiliki tempat umbul atau pemandian. Seperti di Umbul Nepen, Desa Nepen, Kecamatan Teras dan Umbul Jetak, Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed