detikNews
Rabu 16 Mei 2018, 09:20 WIB

Jamu Kekinian dari Wonosobo, Tidak Pahit dan Disajikan Ala Cafe

Uje Hartono - detikNews
Jamu Kekinian dari Wonosobo, Tidak Pahit dan Disajikan Ala Cafe Foto: Uje Hartono/detikcom
Wonosobo - Minuman tradisional jamu rasanya sulit dipisahkan dari kesan pahit dan kuno. Namun di Wonosobo, Daryanti salah seorang pembuat jamu di Kelurahan Rojoimo, membuat jamu kekinian dengan beraneka ragam rasa.

Sebut saja jamu late, milkshake jamu, es krim jamu dan jamu es cincau dieng . Jamu yang dicampur dengan susu ini pun tidak selalu disajikan hangat. Jamu kekinian ini bisa dinikamti dengan campuran es.

"Jamu selama ini dikenal pahit. Sehingga, generasi muda mendengar namanya saja sudah enggan meminum jamu. Makanya kami membuat gagasan jamu kekinian," tutur Daryanti saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/5/2018).

Ia menegaskan, meski dicampur dengan es, susu atau krim, manfaat dari jamu tersebut tidak hilang. Misalnya jamu jahe merah yang bisa bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Meski disajikan dengan campuran krim, namun tetap bisa menghilangkan rasa masuk angin.

Jamu Kekinian dari Wonosobo, Tidak Pahit dan Disajikan Ala CafePenyajian jamu ala Daryanti. Foto: Uje Hartono/detikcom

"Contoh lain jamu kunyit untuk sakit perut atau jamu temulawak untuk penambah nafsu makan. Jadi kalau anak-anak biasanya tidak suka jamu karena pahit untuk jamu kekinian ini lebih manis," tuturnya.

Untuk membuat jamu kekinian, Daryanti menggandeng komunitas koki Wonosobo. Harapannya, selain bisa menggambungkan rasa, juga agar penampilannya lebih menarik.

Saat ini, jamu kekinian mulai merambah ke cafe-cafe yang ada di Wonosobo. Sehingga, diharapkan akan lebih dikenal di kalangan generasi muda.

"Dengan adanya inovasi ini, diharapkan bisa menarik di kalangan anak muda. Saya berharap, jamu ini bisa seperti kopi yang saat ini tengah disenangi anak muda," tuturnya.

Lebih jauh, Daryanti menyampaikan, untuk jamu murni buatannya sudah dipasarkan hingga ke mancanegara. Jamu yang mulai dibuat tahun 2013 lalu, saat ini sudah dikirim ke Belanda, Suriname dan Thailand.

Proses pengolahan jamu di Wonosobo. Proses pengolahan jamu di Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikcom

"Untuk dalam negeri, hampir di semua kota-kota besar. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Tetapi, untuk ke luar negeri baru tiga negara. Tapi kalau yang sudah kami jual ini semuanya jamu murni," terangnya.

Di tempat yang sama, anggota komunitas koki Wonosobo Setyawan menuturkan, dengan campuran bahan lain ini dimaksudkan untuk menghilangkan rasa menyengat pada jamu. Sebab, selama ini rasa pahit jamu cukup menyengat.

"Untuk rasa jamu biasanya cukup menyengat. Jadi dengan campuran bahan lain rasa jamu ini akan melebur sehingga akan lebih enak," kata dia.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com