DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 12:50 WIB

Boleh Dicontoh, Ada Jasa Cuci Gratis Alat Salat Masjid di Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Boleh Dicontoh, Ada Jasa Cuci Gratis Alat Salat Masjid di Kudus Riza Adi Kusuma. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Saat ini, tak semua orang mau menjadikan wirausahanya sebagai ladang berbuat baik. Namun Riza Adi Kusuma (42), warga Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, menjadikan mata pencahariannya juga untuk beribadah berbagi.

Pria berkacamata ini merintis usaha jasa penatu atau laundry dengan nama Fatia Laundry Karpet. Bisnisnya ini memberikan jasa cuci gratis untuk perlengkapan salat milik masjid. Mulai dari karpet, mukena, sarung, sajadah, korden, dan lainnya.

"Saya memang sudah menjalankan program gratis ini alat salat milik masjid sekitar 5 tahun lalu. Sampai saat ini masih berjalan," kata Riza ditemui detikcom di tempat usaha penatunya di wilayah Flamboyan, Peganjaran, Bae, Kudus, Selasa (15/5/2018).

Dia menerangkan, bagi masjid atau musala yang hendak mengirimkan alat salat mulai dari sajadah, mukena, sarung, hingga korden, bisa lebih dulu konfirmasi. Termasuk pondok pesantren. Namun syaratnya, memang benar alat salat atau tanpa campuran pakaian pribadi.

Bahkan, dia siap menyucikan dengan gratis pula, alat salat tersebut, saat di masjid. Dia juga memberlakukan cuci gratis karpet milik masjid. Asalkan dicucinya di masjid dan bareng dengan tim Resik-Resik Masjid Kudus. Dia sediakan semua peralatan cuci karpet, serta detergennya.

"Biasanya kalau cuci karpet di masjid, kan dibantu pengurus masjid. Kami jamin kalau cuci karpet di masjid, pasti gratis. Tapi kalau karpet masjid minta dibawa ke tempat laundry saya, akan kena harga," ungkapnya.

Khusus karpet memang tidak sama dengan alat salat lain yang mencucinya gratis. Sebab, dalam mencuci karpet, perlakuannya lebih berat. Misal, jika karpet dibawa ke tempat laundry miliknya, dia harus mengerahkan karyawan. Kalau karpet dicuci di masjid, akan lebih enteng karena banyak orang yang bantu.

Riza Adi Kusuma.Riza Adi Kusuma. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Selama ini, sudah ada sekitar 15 masjid dan musala yang memakai jasa cuci gratis alat salat. Dalam jumlah yang sudah tak terhitung lagi. Ada juga pondok pesantren yang menyerahkan alat salatnya ke laundry miliknya.

"Biasanya mereka telah menyiapkan tas khusus yang isinya alat salat. Dan tidak boleh diisi pakaian pribadi. Biasanya isinya sarung, sajadah, mukena milik santri," imbuhnya.

Disinggung apa yang mendasari dia melakukan usaha jasa cuci gratis alat salat milik masjid, Riza mengaku murni karena kesadaran pribadi.

"Jangan sampai salat jadi tidak khusyuk hanya gara-gara alat salat kotor," ucapnya.

Lantas apakah dia mengalami rugi karena menggratiskan cuci perlengkapan salat? Riza cepat menjawab.

"Tidak. Tidak rugi sedikit pun. Saya sudah dibayar sama Allah sampai ke depan. Nikmat kecukupan juga termasuk bayaran tak ternilai," ujar Riza.

Dia tetap akan menjalani usahanya sampai kapan pun. Termasuk menggratiskan alat salat milik masjid. Saat ini, selain dia membuka usahanya di rumahnya, juga membuka di lokasi lain di jalan lingkar utara, Singocandi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed