DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 07:26 WIB

UGM: Terorisme Salah Satu Perang Proxy Untuk Lemahkan Bangsa

Usman Hadi - detikNews
UGM: Terorisme Salah Satu Perang Proxy Untuk Lemahkan Bangsa Evakuasi empat jenazah di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Foto: Deni Prasetyo Utomo/detikcom
Sleman - Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseno Marseno menjelaskan, aksi teror yang belakangan kerap terjadi di Indonesia adalah bagian dari perang proxy. Tujuannya untuk melemahkan negara Indonesia.

"Nah, jadi terorisme ini adalah salah satu (perang) proxy yang digunakan untuk melemahkan kita sebagai bangsa," kata Wiseno, Minggu (13/5/2018).

Menurutnya, secara geopolitik aksi teror adalah gerakan untuk melemahkan suatu negara. Dengan tujuan untuk memiliki, merebut, dan memanfaatkan kelebihan kondisi geografis suatu bangsa untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

"Kalau dilihat dari peta dunia, negara-negara yang sengaja dibuat konflik itu pasti ada kepentingan. Kepentingan geografis, di mana kepentingan geografis itu ada sumber kekayaan alam. Itu yang menjadi perebutan antar negara," sebutnya.

"Nah, Indonesia sebagai negara yang lengkap ya kekayaannya, kemudian dari posisinya yang sangat strategis, penduduknya banyak, sehingga sebetulnya ini adalah modal (bangsa) yang kuat," ucapnya.

Dengan berbagai kekayaan alam yang dimiliki, Indonesia banyak dilirik oleh pihak luar. Kemudian mereka merencanakan berbagai langkah secara sistemik, termasuk dengan membuat aksi teror untuk melemahkan Indonesia.

"Kita diadu domba, dibuat perang sesama kita sendiri. Dengan kendaraan yang macam-mecam, agama bisa, suku bisa, antar golongan juga bisa," tutupnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed