Saat 999 Santri Menulis Mushaf Alquran di Menara Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 19:03 WIB
999 santri menulis mushaf Alquran di Menara Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Halaman Masjid Al Aqsha Menara Kudus sore ini tampak tak seperti biasanya. Ratusan santri dan santriwati memenuhi halaman masjid.

Mereka datang untuk mengikuti kegiatan Menyerat Alquran atau menulis mushaf Alquran. Mereka duduk lesehan beralaskan tikar. Duduk berjejer rapi, para santri dan santriwati duduk terpisah.

Setiap peserta mendapatkan bagian satu muka lembar mushaf untuk ditulis kembali di atas kertas A4 menggunakan spidol. Dengan waktu yang disediakan sekitar 30 menit.

Salah satu peserta, Aisyah terlihat hati-hati menulis ayat demi ayat dalam satu muka lembaran Aquran. Sesekali dia mengusap keringat di dahinya. Sembari membetulkan letak jilbabnya, dia menyelesaikan penulisannya.

Dia mengaku mengikuti kegiatan menulis mushaf Alquran ternyata tidak semudah hafalan.

"Lebih sulit nulis mushaf," ungkapnya, Selasa (8/5/2018).

999 santri menulis mushaf Alquran di Menara Kudus.999 santri menulis mushaf Alquran di Menara Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Menurut peserta lain, Alifiya Sinta Bella, dia harus konsetrasi agar bisa menulis ayat Alquran. Biar tidak salah dalam menuliskannya.

"Hanya harus teliti pas menulisnya," ucapny singkat.

Ketua panitia kegiatan, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan diikuti 999 santri. Dengan rincian 666 santri dan 333 santriwati.

"Santri berasal dari 13 pondok pesantren di Kudus," kata Ihsan di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, penentuan jumlah santri dan santriwati 999 karena unik. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Festival Alquran yang dilakukan Pondok Pesantren Qudsiyyah Kudus. Selain juga untuk menyongsong jelang Ramadan.

999 santri menulis mushaf Alquran di Menara Kudus.999 santri menulis mushaf Alquran di Menara Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

Nantinya hasil tulisan mushaf santri akan dipamerkan di Festival Istiqlal di Jakarta 24 Mei 2018.

Panitia akan menilai tulisan mushaf yang paling bagus. Tentu, dengan kriteria yang ditentukan panitia. Nantinya, peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan dari panitia.

Pihaknya memang mempunyai niat untuk lebih mengenalkan Alquran pada masyarakat. Hasil kegiatan akan disahkan oleh tim Lembaga Pentashih Mushaf Al Quran dari Kementerian Agama.

"Harapannya karya santri akan jadi manuskrip. Catatan sejarah penting," ungkapnya. (sip/sip)