DetikNews
Jumat 04 Mei 2018, 18:11 WIB

Dari Borobudur Suarakan Misi Perdamaian Dunia

Pertiwi - detikNews
Dari Borobudur Suarakan Misi Perdamaian Dunia Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Tokoh-tokoh budaya dan agama dari Indonesia maupun luar negeri berkumpul di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (4/5/2018). Mereka mengikuti "3rd Borobudur International Conference" dan berdialog tentang bagaimana Borobudur telah menjadi inspirasi bagi terjaganya nilai-nilai kemanusiaan yang beradab demi tercapainya kedamaian dan keharmonisan hidup.

"Kami ingin kembali mengangkat citra Candi Borobudur di mata dunia sebagai sumber inspirasi nilai kemanusiaan dan peradaban untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia di seluruh dunia," jelas Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Edi Setijono, di sela konferensi di kompleks Candi Borobudur, Jumat (4/5/2018).

Edi memaparkan penyelengaraan konferensi internasional ini sekaligus menjadi pengingat tentang pelajaran-pelajaran berharga yang dapat diangkat dari Candi Borobudur untuk menciptakan peradaban yang luhur.

"Kami ingin menciptakan hubungan antar agama yang harmonis dalam rangka mempererat kebersamaan dalam perbedaan (unity in diversity) dan membangun perdamaian dunia melalui kegiatan ini," ujarnya.

Edi mengatakan, Candi Borobudur menjadi salah satu magnet utama dalam kegiatan ini. Candi umat Buddha tersebut diharapkan memberi inspirasi bagi seluruh masyarakat yang mewakili beragam keilmuan untuk melahirkan karya-karya besar yang inovatif.

"Selain itu, juga mampu membawa kedamaian dan kebangkitan baru sehingga mampu merepresentasikan kebesaran Candi Borobudur," terang Edi.

Sejumlah tokoh besar yang dihadirkan sebagai pembicara. Diantaranya His Eminence Kyabje Dagri Rinpoche (Serajey Monastic Univ. in Bangalore, India), Diane Butler (President of Dharma Nature Time), I Made Andi Arsana (Advisor of the UGM Hindu Student Association), Yenny Wahid (Director of The Wahid Institute), Hastho Bramantyo (Buddhist Religious Leader), Budi Subanar (Catholic Religious Leader) dan H. Syukriyanto (Islamic Religious Leader).

Edi menambahkan, keberadaan Borobudur juga diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan ditengah perbedaan yang ada.

"Melalui penyelenggaraan Konferensi Internasional di Borobudur ini, peserta konferensi dan masyarakat dunia diingatkan kembali akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan untuk membangun peradaban demi terciptanya keharmonisan dan kebersamaan," ungkapnya.

Sementara itu, I Made Andi Arsana (Advisor of the UGM Hindu Student Association) mengatakan, Candi Borobudur memiliki nilai universal, tidak hanya milik satu kelompok/agama saja.

"Maka dari itu, tema yang diusung dalam konferensi ini adalah tentang kemanusiaan 'Borobudur as an Inspiration of Humanity and Civilization'. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kita memiliki simbol-simbol kedamaian, melalui Candi Borobudur kita kirim kabar ke dunia bahwa kondisi Indonesia baik," terangnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed