Buruh di Brebes Kembali Suarakan Hapus Outsourcing

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 01 Mei 2018 16:55 WIB
Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Para buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Cabang Brebes, Jawa Tengah, Selasa (1/5/2018) menggelar aksi memperingati hari buruh internasional atau May Day. Mereka menyatakan menolak sistem outsourcing dan meminta segera dihapus.

Dalam aksi itu, mereka juga menuntut hak hak buruh dipenuhi sebagaimana tertuang dalam UU nomor 13 tahun 2003. Aksi demo dimulai dari Alun-alun menuju Pendapa Brebes. Aksi kemudian dilanjutkan dengan menyusuri jalur Pantura dan berakhir di Gedung Korpri Brebes. Di gedung ini, para buruh dipersilakan untuk menyampaikan aspirasi kepada perwakilan pemerintah.

Dalam orasinya mereka menuntut agar dilakukan pencabutan PP No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, penghapusan sistim outsourcing dan soal tenaga kerja asing (TKA). Mereka menyatakan menolak adanya TKA serta ditegakkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang keetenagakerjaan.

"Cuti hamil hanya satu setengah bulan setelah melahirkan. Harusnya sesuai peraturan tidak begitu. Buruh wanita harusnya dapat cuti selama tiga bulan mulai sebelum dan sesudah melahirkan," ujar Harjo salah satu koordinator aksi.

Terkait sistem outsourcing, buruh di Brebes ini meminta agar Pemkab mau membantu hak buruh. Menurutnya buruh outsourcing harus diangkat menjadi karyawan tetap bila sudah tiga kali kontrak.

"Ini juga terus digemborkan. Ini menyangkut nasib karyawan kontrak yang tak kunjung dijadikan karyawan tetap. Kalau sudah tiga kali kontrak, harusnya sudah karyawan tetap," tandasnya.

Terkait tuntutan buruh ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Zaenudin menyatakan, pemerintah akan melanjutkan aspirasi yang disampaikan oleh buruh. Semua aspirasi tersebut akan diteruskan ke perusahaan untuk ditindaklanjuti.

"Kami dari pemerintah sudah menyurati perusahaan supaya memberikan jaminan sosial kepada pekerja diantaranya hak cuti hamil dan lain. Terutama jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Itu bentuk perlindungan pemerintah terhadap tenaga kerja," tegas Zaenudin.

Pihaknya akan memberikan surat teguran bila masih ada perusahaan yang tidak memenuhi hak hak karyawannya.

Aksi berjalan tertib hingga usai dan mendapatkan penjagaan dan pengawalan dari aparat Polres Brebes dan Satpol PP. (bgs/bgs)