Diduga Dianiaya, Tahanan Rutan Rembang Meninggal Tak Wajar

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 27 Apr 2018 16:43 WIB
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Seorang tahanan di Rutan kelas II Rembang, mendadak meninggal dunia secara tidak wajar. Diduga korban meninggal akibat mengalamikekerasan saat berada di dalam tahanan.

Korban bernama Edo Ibnu Darmanto (27) warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Korban meninggal hari Jumat (27/4/2018) di RSUD dr R. Soetrasno, Rembang.

Atas kondisi meninggalnya yang tak wajar itu, jasad korban kini dilakukan autopsi di kamar jenazah RSUD dr R. Soetrasno oleh tim Dokpol Polda Jawa Tengah.

Ibu korban, Endang Purwanti mengaku sebelumnya sempat mendapat laporan bahwa anaknya tersebut dilarikan ke RSUD karena tak sadarkan diri, pada hari Sabtu (21/4) malam lalu. Namun kondisinya tak kunjung membaik hingga meninggal dunia pada Jum'at (27/4/18) pagi.

"Saya mendapatkan kabar kalau anak saya ini koma, masuk rumah sakit. Ya saya nunggui terus ini. Kondisinya memang saat itu memprihatinkan, mata kanan dan kirinya lebam, wajahnya itu lebam-lebam. Terus katanya leher belakang ini patah," katanya saat ditemui di kamar jenazah RSUD.

Endang menyebutkan, anaknya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rembang dalam kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Rembang sejak tiga minggu yang lalu. Namun, saat ditahan di Rutan kelas II B, Rembang, ia mendapat keluhan anaknya kerap dianiaya.

"Saya sering telefonan sama anak saya. Dia sempat minta uang Rp 2 juta, kalau tidak segera dibayar nanti anak saya dihajar. Saya juga sempat dibilangin jangan sampai lapor polisi, kalau lapor nanti anak saya dibunuh. Malahan ini tiba-tiba sudah dalam kondisi seperti ini," terangnya.

"Ya saya berharap ada kejelasan atas kasus ini. Bagaimana jelasnya, karena kok dia (korban) sering ngadu ke saya kalau kerap dianiaya," tambah Endang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan proses autopsi. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Sementara itu, saat detikcom berkali-kali menghubungi Kepala Rutan kelas II B Rembang, Ruspriyanto, belum mendapatkan konfirmasi atas peristiwa itu. (bgs/bgs)