Mabes Polri, dalam hal ini Badan Intelkam dan Lemdiklat memberikan materi, mulai dari wawasan kebangsaan hingga motivasi. Diharapkan para santri dapat menjalani kehidupan bermasyarakat dengan nilai-nilai Pancasila.
Kasubdit 3 Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Yosef Sriyono Joko Handono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas antara kepolisian dan ponpes. Pembekalan ini menjadi pilot project yang nantinya akan dilakukan di ponpes lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembekalan untuk para santri Ngruki. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) |
"Kemarin dari Polresta (Surakarta) dan Polres (Sukoharjo) mengirimkan bintara muda untuk mondok di sini. Ini kan luar biasa," ujar dia.
Sementara itu, pejabat Humas Ponpes Al-Mukmin, Muchson, mengatakan juga telah menerima bantuan tiga sepeda motor untuk menunjang ekstrakurikuler perbengkelan. Di ponpes tersebut memang terdapat kegiatan ekstrakurikuler layaknya sekolah lain.
"Ada tata busana, hasta karya, tata boga, salon, sablon, kaligrafi, perbengkelan dan teknisi komputer. Ini bentuk kemandirian agar santri keluar punya keterampilan. Kalau bisa membuat lapangan pekerjaan untuk orang lain," katanya.
Sebagai ponpes, kata Muchson, tentu ilmu agama menjadi yang dominan diajarkan kepada para santri. Setelah lulus, santri didorong untuk berdakwah di lingkungan sekitarnya.
"Anak-anak kita dorong berdakwah di kampus atau di lingkungan masyarakat. Sebelumnya kita beri bekal, paling tidak gambaran seperti apa hidup di luar pesantren yang heterogen, agar dakwahnya berhasil," tutupnya. (mbr/mbr)












































Pembekalan untuk para santri Ngruki. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)