Kakek Pensiunan Polisi Jalan Kaki Surabaya-Jakarta Sudah di Kudus

Kakek Pensiunan Polisi Jalan Kaki Surabaya-Jakarta Sudah di Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Rabu, 25 Apr 2018 13:30 WIB
Kakek Pensiunan Polisi Jalan Kaki Surabaya-Jakarta Sudah di Kudus
Soepardi diajak foto polisi. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Masih ingat dengan kakek bernama Soepardi (73) warga Simo Pomahan Baru, Surabaya, Jawa Timur, yang berjalan kaki dari Surabaya menuju Jakarta? Dia kini sudah tiba di Kudus.

Pensiunan polisi ini hendak ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jalan Trunojoyo Jakarta. Dia mendapatkan pengawalan mobil polisi sejak dari jalur pantura Ngembalrejo. Kemudian, Soepardi yang dikawal Juriadi (45) anaknya dengan sepeda motor, mencoba istirahat di salah satu masjid di Ngetuk, Kudus.

Namun sayang, masjid dalam keadaan masih terkunci. Mereka melanjutkan jalan dan beristirahat di Mapolrea Kudus. Dia dan Juriadi menyempatkan berdiri sebentar di depan masjid. Salah satu anggota Polres Kudus memanfaatkan momen itu untuk swafoto (selfie).

"Untuk kenang-kenangan saja. Mbahnya ini kan juga pensiunan polisi," celetuk salah satu anggota polisi itu sambil asyik selfie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada Detikcom, Soepardi bercerita sekilas tentang alasannya jalan kaki.

"Hanya ingin mengetes fisik saja. Sejauh mana energi saya kuat jalan kaki selepas pensiun polisi awal 1993," ujar kakek 4 cucu ini.

Dia bercerita baru kali ini melakukan perjalanan jalan kaki sejauh ini. Yang biasa dilakukannya saat di rumah adalah lari keliling kota pergi pagi pulang sore.

Niatnya berjalan kaki Surabaya-Jakarta awalnya sempat dilarang anak dan cucunya. Dia bahkan baru memberitahu keluaga tentang niat ini dua hari sebelum keberangkatannya pada Selasa (14/4).

Tekad kuatnya tak bisa dihalangi. Terlebih, kakek dengan jabatan terakhir Aiptu itu amat ingin bertemu pejabat Mabes Polri.

"Kalau sudah ketemu, saya pulang. Tentu pulang tidak jalan kaki. Tapi naik kereta api, atau bus," ungkapnya.

Soepardi mengungkapkan hujan dan jalan rusak jadi halangannya.

Biasanya saat hujan, dia istirahat, salat, makan, dan kadang tidur.

"Polisi di polsek itu juga baik-baik sama saya. Ya diajak ngopi, ya kadang nyangoni. Sangu uang di amplop. Sampai saat ini (di Kudus) amplop berisi sangu belum dibuka. Saya maturnuwun sekali," ungkapnya.

Selama perjalanan, Soepardi mengaku kakinya sempat melepuh di bagian tumit kaki kanan dan jari kaki bagian kiri. Sakit pada kaki akibat perjalanan panjang hanya diobatinya dengan istirahat.

Perjalannya setiap hari dia mulai usai subuh sekitar pukul 05.00 atau 05.30 WIB.

Perjalanan baru dihentikannya jelang waktu zuhur tiba. Begitu waktu salat zuhur tiba, dikerjakannya salat zuhur dan asar dengan diqosor. Baru pukul 14.30 WIB, dia mulai lagi jalan kakinya.

Dia mulai beristirahat pada waktu magrib di masjid yang ditemuinya. Di masjid, dia gunakan untuk mendirikan salat magrib dan isya dengan diqosor. Setelah dirasa cukup, misi jalan kaki pun dilanjutkannya lagi.

Juriadi mengungkapkan, dari pengawalannya sampai sekarang, belum terlihat kondisi lemah pada fisik ayahnya itu.

"Masih tetap kuat fisiknya," kata dia.

Soepardi dan Juriadi menyempatkan bersilaturahim dengan jajaran Polres Kudus. Kesempatan itu dimanfaatkannya juga untuk beristirahat sejenak. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads