DetikNews
Senin 23 April 2018, 22:48 WIB

Di Rembang, Ganjar Main Ketoprak

Arif Syaefudin - detikNews
Di Rembang, Ganjar Main Ketoprak Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Ganjar Pranowo menjadi salah satu pemain dalam pentas ketoprak, yang digelar di kebon seni Desa Turusgede ,Kecamatan Kota Rembang, Senin (23/4/18) malam.

Lakon yang dimainkan malam itu adalah Sang Pambayun. Lakon ini menceritakan kisah perseteruan Ki Ageng Wanabaya yang tak mau menyerahkan Mangir sebagai bagian dari kerajaan Mataram.

Namun siasat asmara Pambayun yang menyamar jadi penari ledhek keliling berhasil membuat Wanabaya lemah dan akhirnya dapat dibunuh Panembahan Senapati.

Ganjar berperan sebagai Pangeran Purbaya, putera mahkota Mataram. Ia digambarkan sebagai sosok yang arif dan bijaksana sehingga tidak setuju penggunaan kekerasan dalam pemerintahan. Sifatnya yang welas asih membuatnya dicintai rakyat.


Ditemui usai pentas, Ganjar mengaku lakon yang diperankannya tak begitu sulit dilakoninya. Ia mengakui kerap menjadi bintang ketoprak ataupun wayang wong, sehingga tak lagi canggung saat berperan di atas panggung ketoprak.

"Ya saya kan sudah sering main ketoprak, wayang wong, jadi ya biasa saja. Ya salah-salah sedikit wajar lah, namanya nggak latihan," kata Ganjar.

Ia pun mengaku sangat mendukung kesenian ketoprak sebagai kesenian yang patut dilestarikan. Bahkan, ia pun menyebut bintang ketoprak dapat dijadikan sebagai profesi dan sumber mata pencaharian.

"Bahkan di Pati pemain ketoprak bisa jadi profesi, mungkin tidak sebesar artis tapi bisa untuk hidup di desa," katanya.

"Dalam budaya yang sangat paternalistik, orang butuh contoh. Apa ujudnya, ikut. Nggak mung omong tok. Mudah-mudahan dengan pimpinannya ikut main akan mengajak yang lain ikut juga," tambahnya.

Sutradara ketoprak, Agus Krisbiantoro mengatakan, pertunjukan malam ini sekaligus meresmikan tobong milik Ki Sigid Ariyanto itu. Peresmian sengaja dilakukan pada malam Selasa Wage, yang kedepannya sebagai acuan pagelaran ketoprak berkelanjutan semacam itu.

"Tobong itu bisa diartikan gedung atau tempat untuk pelatihan dan pagelaran seni, bukan hanya ketoprak tapi juga tari dan kesenian lain. Jadi setiap Selasa Wage akan ada pertunjukan utamanya ketoprak di sini," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed