Nampak misalnya ketika dua cawagub Taj Yasin dan Ida Fauziyah dipertemukan untuk saling bertanya dan menanggapi. Kedua cawagub ini adalah dua kader muda NU yang sangat dihormati dalam kultur nahdliyyin karena berasal dari keluarga pengasuh pesantren terkemuka.
Taj Yasin terlihat sangat sopan memulai pertanyaan kepada Ida yang notabene adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU. Setelah sedikit menunjukkan kikuk, Yasin lalu mengajukan pertanyaan kepada Ida terkait dunia pendidikan dan keagamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan saling ledek terlihat ketika dua cagub dipertemukan. Sudirman menyebut dirinya sebagai produk hasil kemiskinan karena tubuhnya lebih pendek dibanding Ganjar yang memang lebih jangkung. Namun Ganjar segera menepis.
"Lha ini perutnya lebih gede," kata Ganjar sambil menunjuk perut Sudirman. Keduanya lalu tertawa berderai.
Keakraban dan kesejukan juga kembali ditampilkan peserta debat di akhir acara. Ganjar menegaskan bahwa kedua paslon sangat akrab.
"Kemarin itu Gus Dirman ulang tahun saya datangi, saya peluk-peluk. Semua baik-baik saja kok," ujarnya disambut tepuk tangan Sudirman. (mbr/mbr)











































