detikNews
Jumat 20 April 2018, 19:42 WIB

Sakralnya Kirab Pataka RA Kartini di Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Sakralnya Kirab Pataka RA Kartini di Rembang Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Setiap tanggal 20 April, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar kirab pataka RA Kartini. Pataka berupa bendera panji-panji yang disakralkan saat memeperingati hari lahir RA Kartini.

Kirab pataka menempuh rute 22 km, start dari museum RA Kartini dan berakhir di makam RA Kartini yang berada di Desa Bulu Kecamatan Bulu, Rembang, Jumat (20/4/18) petang.

Pataka yang dikirab merupakan bendera panji-panji yang berisi kata-kata mutiara RA Kartini. Bendera tersebut menjadi sakral ketika hari peringatan lahirnya pahlawan nasional emansipasi wanita itu.

Dua buah bendera berwarna hijau, diantar menggunakan kereta kencana yang dinaiki oleh Mas dan Mbak pariwisata Rembang. Di belakangnya, diikuti rombongan pejalan kaki, mulai dari personel Polri, TNI, jajaran OPD dan Forkopimda se Kabupaten Rembang.
Kirab pataka RA KartiniKirab pataka RA Kartini Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Prosesi pemberangkatannya pun serasa sakral. Di depan pintu museum terpasang janur kuning melengkung. Para tamu yang hadir pun mengenakan busana tradisional jawa.

Sebelum diberangkatkan, wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto bersama istri Bupati Rembang Hasioh Hafidz melempar kendil berisi air doa yang telah dikalungi karangan bunga melati.

Jalur yang ditempuh melintasi kawasan jalan utama Rembang-Blora, membuat warga antusias untuk melihat kirab tersebut.

"Pak Bupati sekarang posisinya sudah di makam RA Kartini di Kecamatan Bulu dengan agenda yang sama. Nanti, pataka ini akan dikirab dari sini, museum ke makam," tutur wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto saat prosesi pemberangkatan.

Setibanya rombongan di makam RA Kartini, pataka yang berupa dua buah bendera dertuliskan kata mutiara RA Kartini itu langsung dipasang di atas makam RA Kartini. Pataka akan dipasang selama sehari, pada tanggal 21 April, kemudian baru dilepas dan dikembalikan untuk disimpan di museum.

Nur Habibah, warga Desa Sridadi Kecamatan kota Rembang menyebut event tahunan itu layak untuk tetap dipertahankan. Menurutnya, dengan kirab pataka itu, setiap warga, terlebih yang rumahnya dilintasi rombongan kirab, senantiasa akan tetap mengenang jasa RA Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita.

"Saya sebagai warga Rembang bangga sekali, karena hari Kartini dirayakan sebegitu meriahnya seperti ini. Saya berharap kedepan kirab seperti ini juga bisa melibatkan lapisan masyarakat sipil juga, bisa dibuat speerti karnaval 17-an biar lebih ramai," katanya.
(bgs/bgs)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com