detikNews
Jumat 20 April 2018, 18:10 WIB

Kliyem, Klinem dan Klinah, Anakan Sapi Kembar 3 di Sleman

Ristu Hanafi - detikNews
Kliyem, Klinem dan Klinah, Anakan Sapi Kembar 3 di Sleman Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Seekor sapi metal peliharaan Nanang Teguh Sudarwanto (48), warga Dusun Nglengis Kulon, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Sleman menarik perhatian masyarakat. Sebabnya, sapi jenis potong itu melahirkan pedet (anak sapi) kembar 3 ekor. Seluruhnya berjenis kelamin betina dan dalam kondisi sehat.

"Diberi nama oleh anak saya, Kliyem, Klinem, dan Klinah. Karena lahirnya pas pasaran Kliwon, Senin Kliwon 11 Desember 2017," kata Nanang, saat ditemui di kandang sapinya, Jumat (20/4/2018).

Selama berpuluh tahun memelihara sapi, Nanang mengaku baru sekali ini sapinya lahir pedet kembar 3 ekor sekaligus.

Pedet kembar 3 milik Nanang saat ini berusia 4 bulan. Belum lama ini, ada pedagang yang datang berniat membeli salah satu dari Kliyem, Klinem, atau Klinah seharga Rp 15 juta seekornya. Tapi oleh Nanang tidak dilepas. Dia ingin memelihara seluruh pedetnya itu hingga besar dan beranak.

"Kalau bisa saya rawat, biar beranak, siapa tahu nanti lahir kembar lagi," ujarnya.
3 anakan sapi lahir kembar 33 anakan sapi lahir kembar 3 Foto: Ristu Hanafi/detikcom

Ada cerita tersendiri sebelum sang induk melahirkan pedet kembar 3. Nanang mengaku awalnya dia membeli indukannya juga saat usianya masih beberapa bulan. Kemudian tahun 2017 baru hamil untuk pertama kali. Ketika hamil, perut indukan tidak terlihat membesar seperti sapi hamil pada umumnya.

"Induknya saya kasih nama Glembo, sempat mau saya jual Rp 30 juta tapi hanya ditawar Rp 29 juta. Akhirnya Glembo tetap saya pelihara, dan tidak menyangka lahir pedet kembar 3 ini, alhamdulillah ini rezeki saya. Padahal waktu hamil kemarin perutnya tidak kelihatan besar," cerita Nanang.

Karena indukan berjenis sapi potong, Nanang mengaku produksi susunya kurang untuk mencukupi 3 pedet sekaligus.

"Saya dan istri saya pas bulan pertama akhirnya memberi susu tambahan, pakai dot diminumkan ke Kliyem, Klinem dan Klinah. Kasihan induknya dan pedetnya juga kurang minum, susu tambahan 10 liter per harinya," imbuhnya.

Setiap pagi, Kliyem, Klinem, dan Klinah juga mendapatkan perlakuan khusus. Yaitu selalu diajak Nanang jalan-jalan pagi keliling kandang.
Kandang sapi Nanang berada di tengah kampung bersebelahan dengan areal persawahan. Kandang itu milik Kelompok Ternak Sedyo Manunggal.

Kelompok ini mendapat pendampingan dari Kementerian Pertanian melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

"Sapi Pak Nanang melahirkan 3 pedet kembar ini tidak ada perlakuan khusus dalam Upsus Siwab. Mungkin karena genetiknya, dan keuletan peternak memeliharanya karena 3 pedet bisa lahir dan tumbuh sehat. Baru pertama ini di DIY," kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sugiono di sela-sela meninjau Kelompok Ternak Sedyo Manunggal.

Program Upsus Siwab berjalan secara nasional sejak tahun 2017 bertujuan meningkatkan populasi ternak di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi Inseminasi Buatan (IB).

Hasil Upsus Siwab di DIY tahun 2018 sebanyak 47.644 ekor IB, 19.681 ekor kebuntingan, dan 9.054 ekor kelahiran. Khusus di Sleman, dilaporkan sebanyak 8.559 ekor IB, 3.333 Kebuntingan, dan 1.477 ekor kalahiran.

"Kita akan terus dorong para peternak di Indonesia bisa meningkatkan hasil ternaknya, agar juga bisa menyuplai kebutuhan daging sapi bagi masyarakat luas," imbuh Sugiono.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed